“8.000 ton beras tersebut merupakan bagian dari 12.000 ton beras yang direncanakan Bulog Maluku selama Desember guna memenuhi persediaan di Ambon maupun gudang di Kota Tual,” kata Kabid pelayanan publik Divisi Regional Bulog Maluku Kadir Kosso di Ambon, Selasa (29/12).
Dengan demikian kata dia, masih tersisa 4.000 ton lagi yang akan didatangkan pertengahan Januari 2016 sesuai rencana sebanyak 12.000 ton.
“Berarti rencana stok yang masuk sedikit tertunda dari rencana semula, namun tidak mempengaruhi pasokan ke masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan stok yang ada sekarang ini di gudang Ambon maupun Kota Tual sebanyak 10.800 ton, dan bisa mengisi permintaan hingga tiga bulan ke depan.
Karena itu masyarakat di daerah ini tidak perlu takut akan terjadi kekurangan stok beras sebab persediaan cukup banyak, bahkan stok yang ada bisa mengisi permintaan hingga bulan Februari 2016.
“Bulog selalu menginginkan stok yang ada di Maluku minimal untuk empat hingga lima bulan mendatang, karena itu direncanakan untuk mendatangkan apabila stok mulai berkurang,” ujarnya.
Hal ini dimaksudkan agar kualitas beras selalu terjaga, lanjutnya, karena itu mendekati tiga bulan ketika stok berkurang, didatangkan lagi beras dari daerah lain.
Ditanya terkait pelaksanaan operasi pasar (OP) yang dilakukan Bulog Maluku dengan menjual beras dengan harga Rp8.100/kg, Kadir mengatakan hingga kini masih terus berlangsung.
“Selagi belum ada instruksi dari Bulog Pusat untuk menghentikan OP maka Bulog Maluku tetap melaksanakan,” ujarnya. (MP-5)


