Masyarakat Maluku Bacakan Tujuh Mimpi

Ambon, Maluku Post.com – Masyarakat Maluku membacakan tujuh mimpi dan harapan generasi penerus sebagai anak bangsa pada 2.085 atau 70 tahun ke depan.

“Mimpi dan harapan anak bangsa merupakan bagian dari upaya Presiden Republik Joko Widodo. Mimpi dan harapan adalah suatu keinginan yang saat ini belum terwujud,” kata Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, pada Pelaksanaan Ekspedisi Kapsul Waktu 2.085, di Ambon, Senin (14/12).

Tujuh mimpi dan harapan tersebut adalah, pertama Provinsi Maluku sebagai laboratorium pembangunan kepulauan dengan gugus pulau sebagai model pengembangan wilayah yang diakui. Kedua, Maluku menjadi model untuk Indonesia yang maju, demokratis dan religus.

Selanjutnya ketiga, Maluku sebagai center of excellence untuk menghasilkan sumber daya manusia maritim yang unggul. Keempat, orang Maluku menjadi Presiden atau Wakil Presiden Republik Indonesia.

Kelima, Maluku sebagai destinasi wisata dunia dan menjadi pusat maritim Indonesia. Keenam Maluku yang mandiri dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kelanjutan pembangunan. Ketujuh Maluku sebagai pusat rempah dunia.

Menurut Wagub, 70 tahun bukanlah waktu yang singkat. Mimpi dan harapan yang ditulis dan dibacakan saat ini, memang bukan penentu keadaan Maluku pada 2.085.

Tetapi harapan yang baik atas suatu kondisi, diyakini sebagai doa yang akan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, seperti halnya harapan para pendiri bangsa Indonesia 70 tahun yang lalu untuk keadaan saat ini.

“Ketujuh mimpi dan harapan masyarakat Maluku yang dibacakan hari ini, merupakan harapan masyarakat Maluku pada 70 tahun yang akan datang untuk Maluku yang maju, mandiri dan bermartabat.

Harapan masyarakat Maluku ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan mimpi dan harapan masyarakat Indonesia yang optimis menatap masa depan bangsa ini,” katanya.

Wagub menjelaskan, Banda sebagai bagian dari Provinsi Maluku pernah berjaya sebagai pusat perdagangan pala dan cengkih pada ratusan tahun yang lampau, bukan suatu kemustahilan.

“Jika kita bermimpi mengembalikan kejayaan Maluku itu nantinya bertumpu pada keunggulan maritim,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Wagub, perumusan mimpi hingga pembacaan pada Senin (14/12)ini merupakan manifestasi optimisme masyarakat Maluku untuk menata masa depan yang lebih baik.

“Dengan semangat persatuan dan kesatuan serta ‘manggurebe maju’ kita menetapkan pijakan atas landasan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Maluku yang lebih baik ke depan,” tandasnya. (MP-3)

Pos terkait