Ambon, Maluku Post.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku mengajak umat Muslim dan umat beragama lainnya untuk menjaga kerukunan hidup antarumat beragama jelang – puncak – paska perayaan Natal 25 Desember 2015.
“Umat Muslim maupun beragama lainnya diajak agar tetap menjaga kerukunan hidup antarumat beragama dan membangun cinta kasih diantara sesama,” kata Wakil Ketua MUI Maluku, Husein Toisutta, di Ambon, Kamis (24/12).
Pihaknya telah mengimbau umat Muslim untuk ikut menciptakan rasa aman dan nyaman bagi basudara (saudara) Kristiani saat merayakan Natal.
Husein memastikan umat Muslim akan terlibat membantu aparat TNI/ Polri untuk menjaga keamanan dan kenyamanan sehingga perayaan peristiwa kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat tersebut berlangsung dengan nyaman dan damai.
Dia mengimbau umat beragama untuk tetap menjaga solidaritas dan persaudaraan, serta memelihara situasi maupun kondisi keamanan di Ambon dan Maluku pada umumnya agar tetap aman dan damai saat perayaan Natal hingga Tahun Baru 2016.
Dukungan umat Muslim terutama saat basudara Kristiani melakukan ibadah persiapan menyambut Natal pada Kamis sore hingga malam (24/12), menurut Husein, merupakan bentuk jalinan keharmonisasi dan kerukunan umat beragama di Maluku yang selama ini terjaga dan terpelihara dengan baik.
“Sikap toleransi antarumat beragama merupakan jati diri orang Maluku yang harus tetap dijaga dan dipelihara oleh setiap warga di daerah ini,” katanya.
Husein mengakui tradisi saling menghargai dan menghormati antarumat beragama juga telah ditunjukkan umat Kristiani dengan terlibat langsung membantu pengamanan saat umat Muslim melaksanakan puasa – malam takbiran dan Idul Fitri pada 2015.
“Kita harus saling menghargai dan menghormati keyakinan masing – maisng umat sebagai cerminan hidup toleransi antarumat beragama. Ini bentuk kehidupan umat beragama di Maluku, karena katong (kita) semua orang basudara,” tegasnya.
Dia menambahkan sukses penyelenggaraan berbagai kegiatan keagamaan di Ambon diantaranya MTQ Tingkat nasional pada 2012 dan Pesparwai tingkat Nasional 2015 telah membuktikan Ambon maupun Maluku sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama di Tanah Air.
“Seluruh umat beragama diminta untuk menjaga solidaritas dan silaturahmi antarumat saat perayaan Natal 2015, sekaligus menjadi perekat hubungan kekeluargaan atau persaudaraan masyarakat di Maluku,” tandas Husein. (MP-5)


