“Jika dilihat dari luas wilayah yang terdiri dari ribuan pulau, tentu kami masih kesulitan dengan SDM, untuk itu diperlukan penambahan tenaga penyuluh untuk mengimbangi hal tersebut,”ujar Uweubun di Ambon, Sabtu (26/12).
Dijelaskan Uweubun, tenaga penyuluh pertanian sampai saat ini baru mencapai 695 orang, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) 369 orang, tenaga kontak 152 orang, dan swadaya 174 orang. Sedangkan di bidang perikanan untuk tenaga PNS 106 orang, tenaga kontrak 34 orang dan swadaya 72 orang.
“Jika dilihat tenaga yang ada sudah cukup, namun belum seimbang dengan jumlah desa yang mencapai 1962 Desa,”ucapnya.
Disamping itu, tenaga penyuluh yang ada belum merata, mengingat sampai saat ini tenaga penyuluh masih tertumpuk pada ibukota Kabupaten maupun kota.
Diakuinya, dari 11 Kabupaten hanya ada dua Kabupaten yang berinisiatif untuk membiayai tenaga penyuluh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), yaitu Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Kepulauan Aru.
“Selama ini pembayaan tenaga penyuluh oleh kami. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada kedua pemerintah, yang telah berinisiatif membentuk dan membiayai tenaga penyuluh,”tandasnya.(MP-7)


