Ambon, Maluku Post.com – Pangdam XVI/Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo meminta masyarakat Maluku untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah yang terkaya di Indonesia melalui Lumbung Ikan Nasional (LIN).
“Jadikan Provinsi Maluku sebagai daerah terkaya di Indonesia melalui LIN,” kata Pangdam Doni, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI M B. Taufik, pada Pentupan Pelatihan Budidaya Kelautan di Ambon, Sabtu (19/12).
Pelatihan budidaya kelautan berlangsung selama lima hari dari 14-18 Desember 2015 yang diikuti sebanyak 118 orang. Kegiatan ini didukung oleh Bank Nasional Indonesia (BNI).
Menurut Pangdam Doni, setelah pelatihan masih akan membutuhkan suatu proses yang melibatkan berbagai pihak, sehingga dibutuhkan adanya sinergitas dari semua unsur terkait mulai dari perangkat desa hingga pemerintah daerah.
“Apa yang kita lakukan baru akan terlihat hasilnya satu sampai dua tahun ke depan, sehingga apa yang dicita-citakan dapat terwujud, yakni masyarakat yang sejahtera,” katanya.
Karena itu, Pangdam Doni mengajak kepada semua unsur dan masyarakat di Provinsi Maluku untuk bersama-sama bertekad menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah terkaya di Indonesia melalui LIN, sehingga masyarakatnya sejahtera.
“Saya berharap bekal ilmu pengetahuan yang didapatkan selama pelatihan hendaknya diaktualisasikan dengan kerja nyata, sebagai langkah awal dalam memulai seseorang menjadi wirausaha di bidang “Emas Biru” (budidaya kelautan) yang sukses dan sejahtera,” ujarnya.
Kepala BNI Cabang Ambon, Dionne E Limmon menyampaikan terima kasih kepada Kodam XVI/Pattimura yang telah menyelenggarakan pelatihan selama lima hari dan kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan baik.
“Kita harus berubah menjadi lebih baik, semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk dapat mengelola sumber daya kelautan yang melimpah di Maluku untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” katanya.
Menurut Dionne, sebagus apapun materi pelatihan, akan sia-sia jika ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan oleh narasumber ternyata tidak diterapkan dengan baik oleh para peserta.
“Kami minta kepada para peserta agar materi pelatihan yang diperoleh selama lima hari dapat diterapkan dengan baik di tempat masing-masing,” imbuhnya.
Dionne mengatakan, BNI sebagai perusahaan perbankan siap mendukung kebutuhan modal kerja, pengadaan mesin dan peralatan dalam rangka meningkatkan usaha budidaya kelautan bagi masyarakat Maluku.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kodam XVI/Pattimura untuk progam emas biru (budaya kelautan) dan emas hijau (penaman pohon) bagi masyarakat Maluku, karena dengan menjalankan program emas biru dan emas hijau, kami yakin kekayaan alam Maluku yang banyak itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” harapnya. (MP-4)


