“Diperkirakan akan terus mengalami kenaikan sampai libur Natal 25 Desember,” ujar Sahetapy di Ambon, Minggu (27/12).
Dikatakan, bukan hanya jumlah pengunjung yang mengalami kenaikan, tetapi jumlah koleksi buku juga mengalami kenaikan. Pada tahun 2014 jumlah buku mencapai 296.240, sedangkan di tahun 2015 meningkat 303.340 buku.
Tak hanya itu, lanjutnya bahwa jumlah judul buku juga mengalami kenaikan dari 108.700 buku di tahun 2014 menjadi 128.700 buku di tahun 2015. Sedangkan jumlah peminjam buku mengalami penurunan, dari 20.240 di tahun 2014 menjadi 18.447 di tahun 2015.
Dijelaskan pula, saat ini perpustakaan desa yang ada saat ini sebanyak 2.004, perpustakaan umum kabupaten/kota ada 11, perpustakaan keliling ada 44 pos, sedangkan perpustakaan khusus ada 24. Dilain sisi, untuk arsip pemerintah Belanda yang ada saat ini mencapai 101 boks. Arsip SKPD ditambah kanwil kehutanan, setda Maluku, PDSD, BKKBN dan Naketrans sebanyak 258 boks. Sementara untuk arsip Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebanyak empat boks.
Khusus untuk arsip berbahasa Belanda setiap tahunnya Badan Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Maluku hanya mampu menerjemahkan 150 lembar arsip berbahasa Belanda. Hal ini lantaran minimnya dana yang diperuntukkan bagi penerjemah yang menerjemahkan arsip-arsip tersebut. (MP-5)


