17 Sekolah Di Maluku Gunakan UNBK

Ambon, Maluku Post.com – Dari ribuan sekolah di Maluku, hanya ada 17 sekolah jenjang SMP, SMA dan SMK yang menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ke-17 sekolah tersebut tersebar di empat Kabupaten/Kota, yakni Kota Ambon terdiri dari SMA Negeri 1, SMA Siwalima, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, SMK Negeri 7, SMP Negeri 3, SMP Negeri 6 dan SMP Lentera. 

Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terdiri dari SMA Negeri 1 Seram Barat, SMK Negeri 4 Seram Barat dan SMP Negeri 3 Kairatu. Kabupaten Buru, terdiri dari SMK Negeri 1 Namlea dan SMP Negeri 5 Namlea. Dan Kota Tual terdiri dari SMA Negeri 1 Tual, SMK Negeri 1 Tual dan SMP Negeri 3 Tual. 
Menindaklanjuti hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, M. Saleh Thio, di Ambon, Sabtu (30/1), mengatakan dirinya sudah melakukan rapat bersama dengan seluruh kepala sekolah yang menyelenggarakan UNBK. 
Menurutnya, dari aspek infrastruktur dan siswa sudah siap. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan try out serta pelatihan-pelatihan, dan terbukti semua siswa bisa menjawab seluruh pertanyaan dengan menggunakan Informasi Teknologi (IT). 
“Jadi memang tidak semua sekolah yang mendapatkan kesempatan untuk UNBK, mengingat infrastruktur belum siap, karena itu hanya 17 sekolah saja yang bisa menggunakan UNBK,”tuturnya. 
Dijelaskan Thio, pelaksanaan UNBK tidak hanya melihat pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga melihat pada kesiapan siswa dalam hal ini keterampilannya dalam menguasai IT. Sehingga tidak mengurangi prestasi ujian yang sudah semakin baik dari tahun ke tahun. 
Ditambahkan pula, untuk data peserta Ujian Nasional (UN) secara keseluruhan sampai hari ini masih dalam proses verifikasi pada Balitbang Kemendikbud. Terlepas dari hal tersebut, diakuinya untuk mutu kualitas tenaga pendidik (guru) dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku hanya Kota Ambon yang bisa dikatakan baik. 
“Kalau berbicara pada mutu pendidikan harus berorientasi pada kualitas guru. Jika kualitas guru baik, maka siswanya pun baik, tetapi jika kualitas guru buruk, maka tentu siswa juga akan menjadi buruk,”tandasnya. (MP-12)

Pos terkait