Dinkes Ambon Asapi Pemukiman Terindikasi DBD

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Kesehatan Kota Ambon, Maluku, mengasapi sejumlah permukiman yang terindikasi menjadi sarang nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“‘Fogging’ (pengasapan) dilakukan guna memberantas serta memutuskan mata rantai penularan nyamuk Aides aigepty. Diharapkan dengan penyemprotan dan pengasapan di kawasan yang terindikasi DBD, maka nyamuk yang mengandung virus DBD akan mati,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Treesje Tory, Rabu (6/1).

Menurut dia, interval waktu yang dibutuhkan untuk membunuh nyamuk beserta jentik adalah dua minggu. Pekan pertama dilakukan “fogging” untuk membunuh nyamuk dewasa dan minggu selanjutnya untuk membunuh jentik nyamuk di sekitar lokasi.

Kewaspadaan warga dilakukan dengan gerakan Pemberantasan Sarang dan Jentik Nyamuk (PSJN), serta pelatihan kader Pantauan Jentik Berkala (PJB).

PSJN dan PJB tersebut dilakukan di tempat umum yakni lingkungan perumahan warga, sekolah dan lokasi kantor.

“Kami juga telah melatih kader PJB yang terdiri dari gerakan Pramuka, korps sukarela (KSR) di sekolah-sekolah, PKK dan karang taruna di setiap desa,” ujarnya.

Treesje mengatakan, “fogging” dilakukan di seluruh desa dan kelurahan sebelum terjadi penularan. Tujuannya untuk membunuh nyamuk dewasa agar tidak berkembang biak.

“‘Fogging’ memang efektif membunuh nyamuk dewasa. Namun, bukan tindakan utama untuk memberantas penyakit demam berdarah,” ujarnya.

Pihaknya intensif melakukan fogging di beberapa daerah endemis Malaria dan DBD. Selain fogging cara terbaik mencegah perkembangbiakan nyamuk yakni menguras bak mandi, menutup wadah air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk (3-M).

“Antisipasi lainnya, yakni pembagian bubuk abate gratis kepada masyarakat Stok abate tersedia di Puskesmas. Jadi sekiranya obat abate yang dibagikan sudah habis, masyarakat bisa ke Puskesmas untuk ambil karena stoknya tersedia,” katanya.

Ia mengimbau warga untuk mengantisipasi musim pancaroba yang memicu munculnya berbagai penyakit khusunya DBD.

Memasuki musim pancaroba penyakit yang harus diwaspadai seperti infeksi saluran pernapasan atas, DBD, serta gangguan di perut.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar agar terjaga dengan baik,dengan cara cara menguras bak mandi secara rutin, menanam botol dan kaleng bekas, membersihkan saluran air atau got dan meletakkan abate dalam bak mandi,” tandasnya. (MP-2)

Pos terkait