Dua Pulau Di Maluku Produksi Beras

Ambon, Maluku Post.com – Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Maluku, Faisal Assagaff, mengatakan, hanya ada dua pulau di Provinsi memproduksi beras yakni Buru dan Seram.

“Kami saat musim panen di pulau Buru pada beberapa tahun terakhir ini membeli beras untuk menyangga kebutuhan masyarakat di sana,” katanya, di Ambon, Rabu (21/1).
Sedangkan, di Pulau Seram yakni di dataran Waimital, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) serta Pasahari dan Kobisonta, Kabupaten Maluku Tengah.
“Hanya saja produksi beras dari pulau Seram belum dibeli Perum Bulog. Para petani di sana menawarkan harganya melebihi standar Perum Bulog yang ditetapkan pemerintah yakni Rp7.300/Kg,” ujarnya.
Faisal mengatakan, kualitas beras yang diproduksi para petani di pulau Seram juga belum memenuhi syarat Perum Bulog sehingga lebih banyak menjualnya ke daerah lain.
“Produksi beras para petani di pulau Seram hampir sama dengan pulau Buru yakni lebih dari 2.000 ton, malahan diprogramkan pada 2016 dilaksanakan pencetakan sawah dalam jumlah areal besar di sana,” katanya tanpa merinci hektarenya.
Dia memandang perlu pemerintah membangun fasilitas pendukung seperti bendungan dan sarana irigasi agar mendukung peningkatan produksi beras di pulau Seram.
“Kami saat pertemuan dengan Pemprov Maluku disampaikan pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pencetakan sawah baru di pulau Seram yang didukung sarana dan prasarana irigasi,” kata Faisal.
Disinggung panen di pulau Buru, dia menjelaskan, tetap membeli beras, hanya saja tidak terlalu banyak karena para petani menjual dengan harga Rp8.000/Kg atau melebihi standar Perum Bulog yakni Rp7.300/Kg.
“Kami pada 2015 membeli produksi beras pulau Buru sebanyak 900 ton. Namun, saat masa paceklik tidak bisa membeli karena harganya melonjak dari standar Perum Bulog,” ujar Faisal. (MP-10)

Pos terkait