“Distribusi air bersih dilakukan selama satu bulan secara bergilir guna mengatasi dampak kekeringan yang berkepanjangan,” kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy di Ambon, Senin (18/1).
Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan tiga mobil tangki untuk menyalurkan air bersih di sejumlah kawasan yang mengalami krisis air bersih. Setiap kawasan memperoleh jatah 5.000 liter air bersih.
Lokasi yang memperoleh distribusi air bersih dari pemerintah di antaranya Wainitu, Batu Merah, Kudamati, Kelurahan Nusaniwe, Benteng, Laha, Tawiri, Lata, Lateri, dan Wailiha.
Dia mengakui tidak semua wilayah mendapat bantuan air bersih, salah satunya akibat sulit dijangkau kendaraan.
“Kami telah berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat, walaupun belum seluruh kawasan yang mengalami krisis air dapat dijangkau,” tandasnya.
Ia pun mengaku di rumah dinas wali kota juga mengalami krisis air. “Sama dengan warga Kota Ambon rasakan sehingga harus menggunakan air dengan hemat,” katanya.
Menurut dia, pimpinan SKPD diinstruksikan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, untuk tidak menggunakan air berlebihan karena warga kota sementara mengalami krisis air bersih.
“Marilah kita hemat menggunakan air bersih, dimanfaatkan dengan baik jangan seenaknya menggunakan seperti mencuci kendaraan dengan air yang terus mengalir tanpa dimatikan dari keran air. Karena di sebagian tempat ada yang tidak merasakan air bersih,” tandasnya. (MP-4)


