Ambon, Maluku Post.com – SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 6 Ambon ditetapkan sebagai sekolah aman untuk kawasan Timur Indonesia (KTI), setelah dilaunching secara langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Anies Baswedan, Jumat (29/01).
Mendikbud dalam arahannya, mengatakan SMA Negeri 1 Ambon merupakan SMA Negeri pertama di Kawasan Timur Indonesia, sementara SMPN 6 merupakan sekolah SMP pertama di seluruh Indonesia yang dicanangkan sebagai sekolah yang model sebagai sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.
Pencanangan sekolah aman dikarenakan, tingkat kekerasan terhadap anak baik itu untuk anak sering terjadi dan sering diabaikan oleh para pendidik, karena itu dengan dicanangkan sekolah aman ini maka diharapkan semua tenaga pendidik harus jadi payung untuk memberikan rasa aman tersebut.
“Sangat ironis memang karena 85 persen angka kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sekolah dan 15 persen sisanya terjadi di luar sekolah, dan di lingkungan sekolah tersebut tidak pernah dilaporkan oleh para pendidik tapi malah didiamkan,”katanya.
Menurutnya, guru harus tanggap terhadap berbagai persoalan kekerasan yang melanda anak terutama di luar lingkungan cenderung kekerasan terjadi terhadap anak akan menunjukkan dampak adanya kekerasan yang dialami oleh mereka dan itu dapat ditahui oleh guru tapi guru malah mendiamkan itu.
“Apalagi dalam pencanangan sekolah aman ini ada nomor yang dapat dihubungi mulai dari sekolah, dinas, kepolisian bahkan kemendikbud, dan diharapkan dengan adanya nomor-nomor informasi ini maka akan dapat menekan angka kekerasan terhadap anak dan contoh sekolah aman akan menjadi model dan contoh untuk lingkungan luar juga,”katanya.
Dijelaskan Mendikbud, bahwa sudah ada Peraturan Mendikbud nomor 82 tahun 2015 dimana tiap sekolah harus ada unit tugas, dan gugus ini melibatkan semua guru dan semua orang yang ada di lingkungan sekolah untuk terus menjaga rasa aman bagi anak di lingkungan sekolah sehingga anak akan lebih nyaman dalam proses belajar mengajar di sekolah.
“Perlu adanya sikap tegas, serta tidak boleh mendiamkan berbagai tindakan kekerasan yang terjadi terhadap anak,”katanya.
Sementara itu Kepsek SMPN 6 Ambon, Drs. Yanepada Mahulette ketika dikonfirmasi mengatakan, kebanggaannya karena sekolah yang dipimpinnya menjadi sekolah pertama yang dipercayakan pemerintah menjadi contoh yang nantinya dapat diikuti oleh sekolah lain dan juga tenaga pengajar yang ada pada sekolah dan juga lingkungan seputaran sekolah.
“Dipilihnya SMPN 6 Ambon maka jadi tantangan berat bagi para guru untuk dapat menjadi pelopor bagi rasa aman baik di lingkungan sekolah masing-masing maupun pada lingkungan tempat tinggalnya,”katanya. (MP-7)


