Warga Maluku Jangan Terprovokasi Insiden Thamrin

Ambon, Maluku Post.com – Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengimbau warga di daerahnya jangan terprovokasi insiden bom teroris di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

“Saya imbau warga Maluku agar jangan terprovokasi insiden Jalan Thamrin dan menyerahkan penanganannya kepada aparat keamanan,” kata Zeth di Ambon, Kamis (14/1).

Wagub percaya kepada warga di Maluku yang selama ini semakin menyadari betapa strategisnya memelihara stabilitas keamanan.

“Jadi tolong memelihara keamanan diri, lingkungan dan daerah di sembilan kabupaten maupun dua kota agar stabilitas terjamin sebagai syarat merealisasikan program pemerintah, pembangunan dan pelayanan sosial,” ujarnya.

Wagub juga optimistis aparat keamanan di Maluku sudah tahu apa yang harus dilakukan menyikapi insiden di Jalan Thamrin.

“Tanpa dikoordinasikan juga, jajaran Kepolisian dan TNI sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan untuk memelihara stabilitas keamanan di Maluku,” tandasnya.

Karena itu, dia memotivasi masyarakat agar bersama aparat keamanan tetap memelihara stabilitas keamanan dengan intensif mengawasi lingkungan, mencurigai orang baru dan melaporkan ke pos keamanan terdekat sekiranya melihat aktivitas mencurigakan.

“Marilah bersama kita mewujudkan visi membangun Maluku periode 2014-2019 yakni ‘mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan” tegas Wagub.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes M Iqbal mengatakan lima pelaku teror dalam peristiwa peledakan bom dan baku tembak di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, tewas.

“Lima pelaku meninggal dunia. Dua tewas karena bom bunuh diri. Tiga lainnya kami lumpuhkan dan akhirnya tewas,” kata Iqbal, di Jalan Thamrin, Jakarta.

Sementara jumlah korban yang mengalami luka berat atau meninggal dunia menjadi 24 orang, dari sebelumnya berjumlah 17 orang korban.

Dari 24 orang korban itu termasuk lima anggota kepolisian yang mengalami luka berat. “Korban meninggal dunia ada tujuh orang,” katanya. (MP-6)

Pos terkait