Aksi Demo Ricuh Di Kejati Maluku

Akibat Enggannya Kejati Maluku Periksa Bupati SBB

Ambon, Maluku Post.com – Sikap Kejaksaan Tinggi Maluku yang enggan melakukan pemeriksaan maupun mengambil kesaksian dari Bupati Seram Bagian Barat, Jacobus Puttileihalat dalam berbagai kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa ini, menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi dari generasi muda Seram Bagian Barat.

Bahkan aksi demo yang digelar Senin (29/2) di halaman depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku ini berakhir ricuh, Hal tersebut dipicu adanya aksi pelemparan telur busuk oleh para pendemo ke kantor Kejaksaan Tinggi Maluku.

Peristiwa tersebut bermula ketika pada demonstran melakukan aksi demo mereka didepan kantor Kejati Maluku, guna menuntut korps Ahdyaksa Maluku ini melakukan pemeriksaan terhadap diri Bupati Seram Bagian Barat, yang diduga ikut andil dalam beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten tersebut.

Saat berada di depan kantor kejaksaan Tinggi Maluku itu, para pendemo langsung melakukan orasi dan mengecam sikap kejaksaan Tinggi Maluku yang enggan memeriksa Bupati Seram bagian Barat, Jacobus Puttileihalat terkait berbagai kasus dugaan korupsi i kabupaten Seram Bagian Barat.

Masa pendemo menuding kejaksaan Tinggi Maluku enggan memanggil dan memeriksa Puttileihalat. Hal ini diduga lantaran adanya oknum-oknum tertentu di kejaksaan Tinggi Maluku yang memang diduga dibayar Puttileihalat untuk menghilangkan kasus bupati Seram Bagian Barat tersebut.

Selain itu juga, pendemo menuntut agar Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Yan Samuel Maringka menemui para pendemo untuk menjelaskan perihal tidak dipanggilnya Puttileihalat oleh Kejaksaan Tinggi Maluku. Namun tuntutan para pendemo ini tidak diindahkan pihak Kejaksaan Tinggi Maluku.

Lantaran tidak mendapat tanggapan dari pihak kejaksaan Tinggi Maluku, akhirnya para pendemo tersebut naik pitam. Buntutnya para pendemo langsung menghujani kantor Kejaksaan Tinggi Maluku dengan menggunakan telur busuk yang telah dipersiapkan mereka.

Petugas kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi aksi demo tersebut mencoba melerai aksi pelemparan yang dilakukan para pendemo tersebut namun tidak diindahkan, bahkan para petugas keamanan tersebut juga sempat menjadi sasaran pelemparan para pendemo.

Aksi pelemparan tersebut langsung dibalas pihak kepolisian dengan melakukan pengejaran dan pemukulan terhadap para pendemo. Namun hingga kini belum diketahui jumlah korban akibat kericuhan yang terjadi saat aksi demo tersebut. (MP-3)

Pos terkait