Data 70 Persen Hakim Bermasalah Tidak Jelas

  • Whatsapp

Ambon, Maluku Post.com – Ketua Pengadilan Negeri Ambon Abdul Halim Amran mengaku tidak tahu persis dari mana asalnya informasi 70 persen hakim di Maluku bermasalah sesuai data yang disampaikan penghubung Komisi Yudisial (KY) Maluku dalam pertemuan dengan DPRD Maluku.

“Yang jelas merupakan mitra kerja dengan lembaga peradilan dan visi mereka adalah berusaha menjaga dan mengangkat citra serta martabat hakim secara keseluruhan sekaligus melakukan kontrol terhadap perilaku hakim,” kata Abdul Halim di Ambon, Rabu (17/2).

Muat Lebih

banner 300250

Sebagai penghubung, kata Abdul Halim, harusnya mereka berkoordinasi dengan komisioner KY di Jakarta, karena tidak mungkin dari pusat bisa bekerja menjangkau secara keseluruhan wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Maluku.

Menurut dia, silahkan saja DPRD berpendapat begitu sesuai informasi penghubung KY, tapi dirinya sendiri tidak tahu dari mana sumbernya pernyataan seperti itu, karena berbicara tentang hakim itu banyak baik di PN, hakim pengadilan agama, hakim peradilan militer, PTUN, Pengadilan Tinggi, dan sebagainya.

“Apakah pernyataan itu hanya sekedar analisa saja, saya tidak paham tetapi kemarin saya ditelepon oleh perwakilan KY di Jakarta dan menyampaikan pernyataan maaf dan hubungan kami dengan penghubung KY itu jangan sampai ada jurang pemisah hanya gara-gara pernyataan seperti itu,” tandasnya.

“Kalau saya secara kelembagaan tidak mempermasalahkan karena itukan data mereka entah dari mana tapi tidak paham,” katanya lagi.

Tidak semua orang yang bermasalah itu akan bermasalah terus, dan tugasnya selaku pimpinan atau Ketua PN Ambon di sini membina mereka, kalau memang pernah terlibat masalah.

Namun yang jelas KY pusat sudah mengetahui persoalan ini dan mereka sudah menelpon dirinya untuk menjernihkan persoalan secara baik-baik, kemudian penghubung KY di Maluku juga sudah menghadap PN Ambon.

“Terkait pernyataan 70 persen hakim bermasalah itu tidak ada langkah hukum dari organisasi profesi Ikahi maupun secara person,” ujar Abdul Halim. (MP-6)

Pos terkait