Derajat Kesehatan Di Maluku Alami Kemajuan

Ambon, Maluku Post.com – Wakil Gubernur (Wagub) Maluku, Zeth Sahuburua mengatakan derajat kesehatan di daerah ini mengalami kemajuan yang signifikan, terlihat Usia Harapan Hidup (UHH) dalam lima tahun terakhir menunjukan peningkatan.

“UHH di Maluku pada 2012 mencapai 64,77 tahun, meningkat 64,93 tahun pada 2013, selanjutnya pada 2014 menjadi 65,01 tahun,” kata Wagub, dalam sambutan pembukaan Pertemuan Pra Rapat Kerja Kesehatan Nasional Tingkat Daerah Tahun 2016, di Ambon, Rabu (24/2).

Menurut dia, meski pun angka derajat kesehatan meningkat, namun masih ada disparitas yang cukup tinggi antarkabupaten/kota.

Untuk itu, upaya memaksimalkan peningakatan derajat kesehatan masyarakat di Maluku, merupakan tanggung jawab semua sektor melalui fungsi dan masing-masing peranan, yang telah terpetakan dalam RPJMD Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD)) dan rencana strategis.

RPJMD Provinsi Maluku pada 2014 – 2019 telah memberikan prioritas pada beberapa aspek antara lain, meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat, meningkatnya pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta meningkatnya pemerataan dan mutu sumber daya kesehatan, yang tentunya didasarkan pada pendekatan gugus pulau.

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya sistematis dan terencana yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa, untuk mengubah suatu keadaan kurang baik menjadi lebih baik dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

“Tujuan akhirnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk mencapai tujuan yang mulia itu, tidak cukup dengan mengandalkan kerja keras saja tetapi juga kerja cerdas,” kata Wagub.

Karena itu, perlu ada inovasi-inovasi baru, meningkatkan sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah serta mengidentifikasi berbagai potensi masalah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi, agar program dan kegiatan yang dilaksanakan, benar-benar memiliki daya yang tinggi untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan bidang kesehatan.

Menurut Wagub, Kementerian Kesehatan telah menetapkan fokus prioritas pembangunan kesehatan, diantaranya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Prevalensi Stuning, pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), dan pengendalian penyakit menular, khususnya AIDS, TB, Malaria (ATM).

“Dalam melaksanakan program tersebut, dilakukan upaya terobosan melalui pendekatan keluarga dan gerakan masyarakat sehat yang melibatkan lintas sektor dalam pelaksanaan program,” ujarnya.

Untuk itu, Rapat Kerja Kesehatan ini, momentum sangat penting, agar dalam evaluasi dapat mengetahui capaian kinerja sektor kesehatan dan mengarahkannya tetap pada jalurnya, sehingga apa yang menjadi visi dan misi bersama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Maluku dapat terwujud. (MP-2)

Pos terkait