Wali Kota Ambon Akan Paparkan PBA Di Rakornas

  • Whatsapp

Ambon, Maluku Post.com – Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy akan memaparkan konsep Penanggulangan Bencana Alam (PBA) pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana di Jakarta 24-25 Februari.

“Wali Kota Richard diundang untuk menyampaikan cerita sukses dibalik penanggulangan bencana yang terjadi di Kkota Ambon,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Ambon, Joy Reiner Adriaanzs di Ambon, Senin (22/2).

Muat Lebih

banner 300250

Ia mengatakan, Rakornas ini merupakan agenda tahunan BNPB dengan BPBD dalam pengkoordinasian penanggulangan bencana.

Tujuan Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2016 adalah untuk meningkatkan koordinasil sinergi penyelenggaraan penanggulangan bencana dan sinkronisasi perencanaan tahunan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, khususnya antara BNPB dengan BPBD seluruh Indonesia dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Agenda dalam Rakornas adalah penyampaian program penanggulangan bencana oleh Wali Kota Ambon. Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah pusat adalah penanganan pengungsi Batu Gajah.

“Pemerintah pusat memberikan apresiasi karena Pemkot Ambon mampu melakukan relokasi warga Batu Gajah korban retakan tanah ke kawasan Halong tanpa ada permasalahan,” katanya.

Joy menyatakan, BNPB menganggap upaya yang dilakukan Pemkot Ambon merupakan langkah penanggulangan yang baik bagi BPBD di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

“Upaya penanggulangan yang dilakukan Pemkot Ambon semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat, karena kawasan Batu Gajah sudah tidak layak untuk ditempati, sehingga harus direlokasi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputty menyatakan upaya penanggulangan bencana terus dilakukan dengan menyiagakan tenaga relawan mensukseskan program desa tangguh bencana.

“Mengantisipasi bencana alam banjir dan tanah longsor kami telah menyiapkan berbagai kegiatan antisipasi yakni penyiapan relawan desa tangguh bencana,” katanya.

Ia mengatakan, penguatan kapasitas telah dilakukan sejak November 2014 yakni pelatihan relawan desa fasilitasi dan pengembangan pemberdayaan masyarakat menuju desa dan kelurahan tangguh bencana.

Pelatihan relawan desa tangguh bencana dilakukan bagi 60 relawan dua desa di Ambon yakni Nusaniwe dan Kilang, dan telah dilanjutkan ke negeri Amahusu, Batu Gajah dan Batu Merah.

“Pelatihan dilakukan untuk membina dan mengembangkan relawan dalam melibatkan diri pada kegiatan penanggulangan bencana dan menjadi pionir yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah,” ujar Enrico. (MP-5)

Pos terkait