Dinkes Ambon Gelar Pelatihan Rencana Kontijensi KKM

Ambon, Maluku Post.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Ambon menggelar pelatihan rencana kontijensi atau kebijakan kesiapsiagaan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) yang berpotensi wabah.

Asisten III Pemkot Ambon, Romeo Soplanit, saat membuka kegiatan tersebut, di Ambon, Selasa (29/3) mengatakan, era globalisasi tidak hanya membawa kemajuan ekonomi dan perkembangan transportasi dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi juga membawa ancaman impor dan ekspor penyakit menular dari satu negara ke negara lain.

“Beberapa penyakit dari negara lain seperti virus polio di Afrika, virus influensa H1N1 di Amerika, HFMD di Singapore pernah menular dan menyebar ke negara lain dengan cepat dan penyakit ini masuk dalam darurat kesehatan masyarakat,” katanya.

Sejarah mencatat beberapa pandemi kesehatan seperti influensa (tahun 1918, 1960 dan 2009) yang terjadi pada abad ke-20 telah menewaskan puluhan juta orang.

“Setiap pandemi disebabkan oleh munculnya jenis virus penyakit baru dan menjadi ancaman besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah dari pusat hingga daerah ini diminta membangun kemampuan dalam sistem kesehatan dengan melakukan pencegahan, pendeteksian, tindakan penanggulangan dan melaporkan suatu kejadian yang berpotensi kedaruratan kesehatan masyarakat,” katanya.

Hal ini merupakan modal utama untuk mengembangkan jejaring dan kerjasama internasional untuk menghadapi dan menanggulangi potensi terjadinya kedaruratan kesehatan dan meresahkan masyarakat Dunia (KKM-MD).

Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan kemampuan Indonesia dan dunia dalam bentuk cegah dan tanggap terhadap kedaruratan kesehatan dan meresahkan masyarakat melalui koordinasi, integrasi, sinkronisasi lintas sektor yang telah dilakukan.

“Maka kemampuan dalam hal deteksi, verifikasi penilaian, pelaporan dan penanggulangan potensi terjadinya KKM-MD harus dijaga dan dipertahankan melalui pendekatan surveilans, kewaspadaan dini dan responsif,” tandasnya.

Romeo mengakui, setiap kabupaten/kota harus memiliki rencana kontijensi dalam menghadapi kedaruratan kesehatan yang potensial terjadi di daerah masing-masing, tidak terkecuali Ambon sebagai ibukota kabupaten sekaligus pintu masuk ke Maluku.

“Kejadian kedarutan kesehatan masyarakat (KKM) dapat timbul dalam situasi yang tidak diprediksi, sehingga dibutuhkan kemampuan pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam mencegah, mendeteksi dini, kasus untuk memperkecil kejadian kedaruratan tersebut,” tandasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat berdampak menyamakan persepsi pemerintah dan semua stakholder dalam menangani masalah kedaruratan kesehatan yang berpotensi menimbulkan wabah di kota Ambon.

“Kita harus bersama-sama menyusun rencana kontijensi atau kebijakan (KKM) yang berpotensi menjadi wabah di kota Ambon,” kata Romeo. (MP-2)

Pos terkait