Ambon, Maluku Post.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat realisasi nilai impor Provinsi Maluku pada Januari 2016 sebesar 10,77 juta dolar AS, turun 35,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 16,73 juta dolar AS.
“Jika dibandingkan dengan nilai impor Januari 2015 yang mencapai 37,36 juta dolar AS, maka nilai impor Januari 2016 turun sekitar 71,17 persen,” kata Kepala BPS Maluku Diah Utami di Ambon, Rabu (2/3).
Diah Utami mengatakan selama periode Januari 2016 Maluku tidak melakukan impor komoditi non migas. Hal ini juga terjadi pada Desember 2015 lalu.
“Dengan demikian jika nilai impor non migas Januari 2016 dibandingkan dengan nilai impor non migas Januari 2015 yang mencapai 5,65 juta dolas AS maka nilainya mengalami penurunan sebesar 100 persen,” ujarnya.
Dia mengatakan, nilai impor migas Januari 2016 sebesar 10,77 juta dolar AS, terjadi penurunan sekitar 35,62 persen dibanding nilai impor migas Desember 2015.
Perbandingan year on year nilai impor migas periode Januari 2016 terhadap periode Januari 2015 yang mencapai 31,71 juta dolar AS, menunjukkan penurunan sebesar 66,04 persen.
Dia menambahkan, pada bulan Januari 2016 impor Maluku hanya berasal dari negara tetangga yakni Singapura dengan nilai impor mencapai 10,77 juta dolar AS.
Sedangkan pelabuhan bongkar barang impor Maluku periode Januari 2016 adalah pelabuhan Yos Soedarso Ambon. Hal ini sama dengan kondisi bulan Januari 2015 dan Desember 2015 dimana kegiatan impor hanya dilakukan melalui pelabuhan Ambon yaitu masing-masing sebesar 37,36 juta dolar AS dan 16,73 juta dolar AS. (MP-8)


