Sislogdes Membantu Pengembangan Ekonomi Perdesaan

Ambon, Maluku Post.com – Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahudin mengatakan kebijakan Sistem Logistik Desa (SisLogDes) dapat membantu pengembangan ekonomi perdesaan.

“Ini adalah paket kebijakan yang kami kembangkan untuk membantu hasil usaha di perdesaan bisa dipasarkan sampai ke kota, bahkan pasar global,” katanya dalam Rakor Rencana Program Pengembangan Ekonomi Kreatif yang digelar BEKRAF di Ambon, Selasa (1/2).

Rudy menjelaskan SisLogDes merupakan program penyusunan aplikasi untuk usaha desa, dan penguatan teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan produk hasil usaha perdesaan di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, kerajinan, usaha pengolahan, dan lain-lain dapat dipasarkan secara online.

SisLogDes memastikan adanya penyediaan jasa keuangan, pembentukan usaha bisnis agregrator, penyediaan akses permodalan, penyediaan jasa kurir di tingkat lokal dan nasional, sarana transportasi, dan sarana perdagangan, seperti pasar dan gudang yang mendukung usaha ekonomi perdesaan.

“Dengan paket ini penjualan dari produk unggulan di perdesaan dapat dijual langsung secara online atau sistem penjualan e-commerce,” katanya.

Selain membantu pengembangan ekonomi perdesaan, katanya, SisLogDes dapay mensinergikan dengan industri kreatif.

Ia mencontohkan situs PasarLaut.com yang membantu nelayan di pedesaan mengetahui harga ikan sehingga dapat meningkatkan harga jualnya di tingkat nelayan, dan memfasilitasi mereka menjual hasil tangkapannya langsung kepada pembeli.

Keberadaan situs tersebut telah memotong rantai suplai hasil tangkapan laut nelayan terhadap pengepul, karena selama ini nelayan tidak mengetahui harga ikan sebenarnya sehingga ditentukan oleh pengepul.

“Ini adalah bentuk dari ekonomi kreatif, dan dapat disinergikan dengan pengembangan ekonomi di pedesaan,” katanya.

Rudy menambahkan industri kreatif di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda, yang secara umum dapat dibedakan dalam industri berbasis seni dan budaya, dan industri berbasis media dan IPTEK, sehingga diperlukan arahan kebijakan dan strategi pengembangan yang spesifik.

Kendati peranan ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional masih relatif kecil, tapi memiliki pertumbuhan di atas rata-rata nasional, sehingga berpotensi menjadi sektor andalan.

“Karakteristik dan kompleksitas ekonomi kreatif berbeda dengan sektor ekonomi lainnya, bersifat industry-led and government-facilitated, perlu kehati-hatian bagi pemerintah untuk melakukan intervensi di sektor ini agar tidak menjadi kontraproduktif yang justru akan menghambat bahkan mematikan kreativitas,” katanya. (MP-2)

Pos terkait