Kadin Ingin Pengelolaan Blok Masela Jangan Berhenti

Jakarta, Maluku Post.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ingin pengelolaan Blok Masela jangan berhenti di tengah jalan dan andaikan kontraktor asing mundur maka konsorsium BUMN harus siap mengelola ladang migas tersebut.

“Sebenarnya, dia (kontraktor asing) kalau mundur tidak masalah. Konsorsium BUMN harus siap mengambil alih proyek ini,” kata Wakil Ketua Umum Kadin dan Koordinator Wilayah Indonesia Timur Andi Rukman Karumpa dalam rilis yang diterima di Jakarta, Senin (28/3).

Namun, Andi memperkirakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Blok Masela, Inpex Corporation, tetap akan mengelola proyek di Laut Arafura, Maluku, tersebut karena telah telah mengalokasikan dana hingga dua miliar dolar AS untuk persiapan eksplorasi.

Andi mengatakan, bila perusahaan Jepang tersebut mundur, pihaknya mendorong agar pengelolaan lapangan gas Masela di Maluku dikelola oleh sendiri oleh bangsa ini.

“Bila Blok Masela dapat diinvestasikan dan dikelola sendiri, akan sangat besar berkontribusi bagi perekonomian negara,” katanya.

Menurut dia, bila dikelola sendiri, cadangan gas tersebut dapat dipakai untuk memperkuat industri dalam negeri yang sering mengalami kelangkaan gas, serta dana hasil ekspornya akan lebih mudah dikendalikan dan diparkir di Tanah Air.

Selain itu, lanjut Andi, manfaat lainnya adalah dapat lebih mengendalikan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri ) dalam pengelolaan ladang migas Blok Masela.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meyakini KKKS Blok Masela, Inpex Corporation, tidak akan lari dari proyek tersebut.

Hal itu, menurut Rizal, karena kontraktor asal Jepang itu telah menghabiskan dana hingga dua miliar dolar AS untuk melakukan eksplorasi di ladang gas terbesar Indonesia itu.

“Memang ada yang menakut-nakuti kalau Inpex bakal kabur. Ya enggaklah (tidak kabur), mereka ‘kan sudah habiskan dua miliar dolar AS untuk riset, sudah dapat ‘tambang emas’ untuk 70 tahun,” katanya di sela pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (24/3).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan ladang gas abadi di Blok Masela menarik banyak minat investor lainnya. “Kalau mau kabur ya enggak apa-apa, yang antre banyak,” katanya.

Menyusul keputusan Presiden Jokowi terkait pengelolaan Blok Masela dengan skema kilang darat (onshore), Menteri ESDM Sudirman Said telah memerintahkan SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) untuk mengomunikasikan keputusan pemerintah kepada investor agar mengkaji ulang seluruh rencana yang telah diajukan.

Selain itu, Menteri ESDM juga meminta SKK Migas untuk mengomunikasikan keputusan pemerintah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten bersangkutan agar keputusan tersebut dapat ditindaklanjuti serta didukung oleh Gubernur Maluku dan bupati terkait.

SKK Migas juga diminta untuk bekerja dengan investor agar pengkajian ulang yang termaksud dapat dilaksanakan secepatnya dan tidak menunda “final investment decision” atau keputusan akhir investasi (FID) terlalu lama. (Ant/MP-6)

Pos terkait