Lembaga KLH Maluku Gandeng STPAK Gelar Diskusi Singkat

Terkait Peringatan Hari Air Sedunia

Ambon, Maluku Post.com – Dalam memperingati hari air sedunia yang jatuh pada Kamis, 22 Maret 2016 mendatang, lembaga Kalesang Lingkungan Hidup (KLH) Maluku menggandeng Sekolah Pendidikan Tinggi Agama Katolik (STPAK) Ambon menggelar diskusi singkat, dengan yang menghadirkan Walikota Ambon Richard Louhenapessy sebagai narasumber di Ambon, Selasa (22/3).

Dalam diskusi singkat yang berlangsung di aula STPAK tersebut, Louhenapessy dalam arahannya, mengatakan dirinya merespon dengan baik diskusi yang dilaksanakan oleh lembaga KLH yang bekerja sama dengan STPAK Ambon.

Louhenapessy mengakui, di era saat ini air bukan lagi menjadi berkat alam yang diberikan Tuhan untuk manusia memakai dan mengelolanya, tetapi sudah menjadi ancaman serius bagi kota ini. Hal tersebut dibuktikan dengan krisisnya air di beberapa tempat di kota yang berjuluk manise ini.

“Di beberapa tempat air sudah menjadi komoditi yang mahal, ada orang yang menghabiskan Rp. 600 -700 ribu hanya diperuntukkan untuk mendapatkan air bersih. Namun ada juga orang yang mendapatkan air dengan bebas dan membuangnya begitu saja,”ujarnya.

Untuk itu, lanjut Louhenapessy bahwa kedepan Pemerintah Kota Ambon telah bertekad untuk menjadikan masalah air bersih menjadi program prioritas utama dalam mengatasi air bersih bagi masyarakat kota Ambon.

Louhenapessy harapkan melalui peringatan hari air sedunia ini, seluruh warga Ambon untuk tetap menjaga dan merawat lingkungan, terutama di kawasan pepohonan yang menjadi daerah resapan air.

“Kalau pohon kita tebang dengan sembarangan maka ketersediaan air semakin kurang, seperti yang dialami masyarakat kota Ambon saat ini,”ungkapnya.

Sementara itu, ketua STPAK kota Ambon Pastor Bery Rahawarin, mengatakan peringatan air sedunia yang dilaksanakan lembaga KLH merupakan sebuah proses pendidikan dalam membentuk opini yang benar tentang hubungan antar manusia dengan alam sebagai pencerminan atau realisasi dalam hubungan dengan Allah sang pencipta. Mulai dari Hubungan manusia dengan sesama dan lingkungan.

“Kegiatan yang dilaksanakan KLH merupakan kegiatan yang strategis, karena memberikan sebuah proses pendidikan, penegasan, memberikan opini yang baik kepada mahasiswa, untuk menularkan kepada semua orang,”tuturnya.

Dari kegiatan, kedepan pihaknya akan merancang hal-hal yang lebih baik, strategis, operasional dan konkrit dalam hal menjaga Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kota Ambon dan secara luas Maluku.

Ditempat yang sama, ketua lembaga KLH Maluku Constansius Kolatfeka, mengatakan Lembaga kalesang Maluku sebagai lembaga pemerhati lingkungan menjadikan peringatan air sedunia sebagi isu topik atau trend topik dengan melakukan beberapa kegiatan diantaranya diskusi singkat, gerakan bersih sungai dan pantai dan seminar nasional yang menghadirkan Dirjen sumber Daya Air (SDA) melalui dewan SDA nasional.

“Peringatan air sedunia menjadi program kami setiap tahun, mulai dari tahun 2013 kita laksanakan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tahun 2014 di kota Ambon dan memulai lagi di tahun 2016 ini di kota Ambon mengingat Kota Ambon sedang mengalami krisis air,” ucapnya.

Dijelaskan Kolakfeka, pihaknya bekerjasama dengan STPAK Ambon dalam peringatan air sedunia, karena bicara soal lingkungan hidup berbicara soal ciptaan tuhan dan berbicara soal ciptaan Tuhan strategisnya adalah menjadikan mimbar gereja atau agama sebagai potret kampanye dalam menyelamatkan lingkungan.

Menurutnya, dalam peringatan air sedunia ini KLH lebih banyak berbicara tentang save water dengan tema sentralnya water an job. Jadi bagaimana pekerjaan ini mempunyai hubungan dengan air. Dari hal tersebut lembaga KLH Maluku menarik tema besar di tahun 2016 membangun kemitraan secara sinergitas dalam rangka sebuah reformasi pembangunan berkelanjutan air.

Dirinya berharap dengan kampanye peringatan air sedunia ini, dapat kembali membangun kesadaran bersama warga Ambon bahwa air itu penting. Untuk itu diperlukan dukungan dari Pemerintah Kota Ambon dan kelompok lingkungan dalam menyuarakan kembali pentingnya air bagi kehidupan manusia.

“Untuk itu, hal ini menjadi tanggung jawab seluruh warga Ambon untuk melindungi air,”tegasnya.(MP-7)

Pos terkait