Akhirnya JMP Diresmikan Presiden Joko Widodo

Ambon, Maluku Post.com – Hujan yang mengguyur kota Ambon selama satu hari dan disertai angin kencang mewarnai peresmian Jembatan Merah Putih (JMP) oleh Presiden RI Joko Widodo. Walaupun demikian, tidak melumpuhkan niat dari orang nomor satu di Negara ini untuk meresmikan jembatan terpanjang di Indonesia Timur ini. Presiden yang didamping Istri, Iriani Widodo serta Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Mulyono beserta rombongan mendarat di Bandara Pattimura menggunakan pesawat ke-Presiden-an, Senin (04/04/2016), pukul, 17.00 WIT, langsung menuju lokasi peresmian yang berada di bentang tengah JMP.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, diresmikannya jembatan penghubung Teluk Ambon ini akan menjadi ikon parawisata baru di kota Ambon. Dimana keindahan kota Ambon akan semakin manise lagi dengan adanya JMP.

“Bukan hanya masyarakat kota Ambon, Maluku yang menikmati jembatan ini, melainkan masyarakat luar juga akan menikmati jembatan yang dibanggakan oleh masyarakat Maluku, dan secara luas Indonesia,”ungkapnya.

Menurut Presiden, dengan pembangunan yang semakin maju, akan semakin menarik investor datang ke Ambon, Maluku, untuk menanamkan sahamnya.

“Yang pastinya jembatan ini akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat kota Ambon, Maluku dan secara luas Indonesia,”tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya, mengatakan kedatangan Presiden di kota Ambon untuk meresmikan JMP, merupakan bukti nyata bahwa Presiden sangat memperhatikan kawasan timur termasuk Maluku. Dimana kunjungan ini menjadi motivasi bagi masyarakat Maluku untuk menggelorakan semangat membangun Maluku dan secara luas Indonesia.

“Karena itu saya sangat yakin Presiden akan terus mendatangi kami di Maluku, termasuk menghadiri hari Pers Nasional di kota Ambon Manise di tahun 2017 mendatang,”ujarnya.

Menurut Assagaff, JMP telah menjadi solusi dalam banyak aspek dalam pengembangan dan kemjauan Ambon Maluku, diantaranya solusi penataan dalam fungsi teluk Ambon dalam desain tata ruang Ambon akan dikembangkan untuk pengembangan wilayah dan pembangunan sektor vital.

Dijelaskan pula, JMP yang dibangun sejak 17 Juli 2011 oleh Kementrian PUPR dalam hal ini, Direktorat Jenderal Bina Marga menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rp. 700 miliar. Dimana JMP memiliki panjang 1,7 kilometer dari pantai poka, lebar 22,50 meter, terbagi dalam tiga bagian, jembatan pendekat di sisi Desa Poka sepanjang 520 meter dan jembatan pendekat dari sisi Desa Galala sepanjang 320 meter dengan anggaran. Rp. 273.447.900.000, serta dan jembatan utama sepanjang 300 meter dengan anggaran Rp. 458.130.260.000, yang merupakan tipe jembatan khusus, mulai dari sistem beruji kabel dengan jarak antar pilon sepanjang 150 meter, ruang bebas 34,109 meter dan maksimum grade 6,5 persen dengan data-data seperti itu, JMP menjadi jembatan terpanjang di Indonesia Timur.

Diungkapkan Assagaff, ada sejumlah manfaat JMP, yaitu jembatan dapat meningkatkan interaksi sosial masyarakat kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya. Dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi lalu lintas, jarak tempuh antara kota Ambon – bandara Pattimura dan sebaliknya yang memakan waktu hingga 60 menit dapat menjadi 30 menit setelah adanya jembatan. Mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi di sekitar poka selama ini terutama pada waktu-waktu tertentu, diharapkan pula teratasi. Dan dapat memacu pertumbuhan ekonomi terutama kelancaran lalu lintas perdagangan di bidang kelautan dan perikanan, serta dapat menjadi ikon baru di kota Ambon, Maluku.

“Saya menghimbau kepada seluruh warga kota Ambon dan secara luas Maluku dapat menjaga aset baru ini dengan baik. Mari kita gunakan jembatan ini dengan baik dan saya berharap jembatan dapat benar-benar bermanfaat bagi kemajuan dan kemakmuran kita di Maluku,”harapnya.

Setelah meresmikan JMP, Presiden beserta rombongan langsung menuju Bandara International Pattimura menuju Papua. (MP-7)

Pos terkait