Ambon, Maluku Post.com – Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan Ujian Nasional (UN) merupakan parameter mengukur kualitas pendidikan di daerah ini.
“UN merupakan tahapan dari proses pendidikan yang dimulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP hingga SMA, karena itu seluruh proses yang telah dilalui akan diuji melalui UN,” katanya saat membuka sampul UN di SMAN 1 Ambon, Senin (4/4).
Dikatakannya, UN merupakan parameter mengukur kualitas pendidikan secara nasional terutama di kota Ambon.
“Saya percaya sungguh kualitas pendidikan di Maluku khususnya Ambon tidak berbeda dengan di Jawa, Sumatera dan daerah lainnya di Indonesia, karena otak, buku semua sama tergantung niat dan kemauan siswa,” katanya.
Richard mengakui, selain kualitas siswa, guru dan tenaga pengawas juga tidak kalah penting, karena dengan bimbingan maupun ajaran para guru siswa dapat memberikan prestasi yang terbaik.
“Siswa di Ambon harus mampu bersaing dengan rekan lainnya di Indonesia. Masa depan harus diraih dengan prestasi yang baik pula, maka siswa Ambon akan mampu berada di level nasional,” ujarnya.
Menurut dia, prestasi dan kejujuran merupakan dua hal penting yang harus dimiliki para siswa.
Konsep Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Anies Baswedan yakni penerapan nilai integritas di sekolah harus ditumbuhkan sejak dini kepada anak-anak.
Rumah dan sekolah merupakan arena pembelajaran untuk mengenalkan dan mengembangkan nilai-nilai kejujuran atau integritas.
Selanjutnya, orang tua dan keluarga adalah lingkungan pertama di mana anak diperkenalkan dengan nilai-nilai integritas. Kemudian saat anak memasuki usia sekolah, ia juga belajar dari lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Karena itu sekolah harus menjadi zona kejujuran dan penerapan nilai integritas, ” tandasnya.
Ia menambahkan, yang terpenting adalah siswa lulus dengan angka standar tetapi memiliki integritas yang tinggi, daripada lulus dengan nilai yang tinggi tetapi melakukan tindakan yang curang.
“Saya bangga jika sekolah lulus tidak mencapai 100 persen tetapi prestasi baik, daripada lulus 100 persen tetapi jika saat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tidak berhasil. Tunjukkanlah prestasimu karena masa depan yang baik diawali dari integritas yang baik,” tegas Richard Louhenapessy. (MP-8)


