DPRD Prihatin Ambon Kategori Waspada DBD

Ambon, Maluku Post.com – Anggota DPRD Kota Ambon, Maurits Tamaela menyatakan keprihatinannya sehubungan daerah ini masuk kategori waspada penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sejak Maret 2016 telah mengakibatkan 4 anak meninggal dunia.

“Kami prihatin karena sebagai ibu kota Provinsi Maluku ternyata Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis kurang tanggap terhadap penularan penyakit DBD,” katanya, di Ambon, Jumat (1/4/2016).

Anggota Komisi I dari Fraksi NasDem itu memandang perlu memanggil Dinas Kesehatan maupun SKPD teknis Pemkot lainnya untuk meminta penjelasan soal program antisipasi maupun penanganan penularan penyakit DBD.

“Kami tidak bermaksud ‘mengadili‘ Dinas Kesehatan dan SKPD teknis lainnya. Namun, perlu duduk bersama untuk mengkoordinasikan permasalahan, selanjutnya mencari solusinya,” ujar Maurits.

Apalagi, penanganan penyakit DBD sudah dialokasikan dalam APBD Kota Ambon di Dinas Kesehatan yang programnya antara lain pembagian kelambu dan melakukan pengasapan (fogging) di kawasan telah dikategorikan waspada DBD untuk mematikan jentik-jentik nyamuk.

“Masyarakat juga diminta mendukung pihak Dinas Kesehatan untuk mencegah penularan penyakit DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama air karena jentik-jentik nyamuk bisa menyebar di kawasan tersebut dengan cepat,” tandas Maurits.

Sebelumnya, Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Ambon, Yusda Tuharea mengemukakan, pada Maret 2016 tercatat empat anak meninggal akibat terserang penyakit DBD.

Bahkan, Kota Ambon dikategorikan dalam status waspada DBD karena terjadi peningkatan status penderita yakni Januari – Maret 2016 sebanyak 26 kasus dengan empat penderita meninggal, sedangkan pada 2015 hanya 25 kasus.

“Kami sebenarnya telah mengintensifkan sosialisasi penyakit DBD, termasuk pembagian kelambu dan fogging. Namun, bila kesadaran masyarakat untuk memelihara kebersihan lingkungan rendah, makanya memungkinkan nyamuk sebagai penularan penyakit tersebut berkembang cepat,” tegas Yusda. (MP-4)

Pos terkait