Ambon, Maluku Post.com – Badan Pusat Statistik mencatat Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 0,10 persen pada Maret 2016.
“Inflasi tahun kalender Kota Ambon di bulan Maret 2016 sebesar 0,10 persen dan inflasi tahun ke tahun yaitu Maret 2016 terhadap Maret 2015 sebesar 2,07 persen,” kata Kepala BPS Maluku Diah Utami di Ambon, Jumat (1/4/2016).
Ia mengatakan inflasi di Kota Ambon terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,19 persen, untuk perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebanyak 0,05 persen.
Sedangkan untuk nilai produk sandang sebesar 0,51 persen, dan pada kelompok kesehatan sebanyak 0,21 persen.
Komoditi yang memberi andil terbesar terhadap inflasi pada Maret 2016 adalah cabai merah (0,2200 persen), ikan layang (0,0440 persen), beras (0,0425 persen), pasir (0,0418 persen), pisang (0,0344 persen).
Secara umum, nilai konsumsi harga barang dan jasa di Ambon meningkat sekitar 21,97 persen sejak tahun 2012.
“Ambon menduduki peringkat ke-54 dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia, inflasi bulanan berada pada peringkat 77, sedangkan inflasi tahun kalender menduduki peringkat 67, dan untuk inflasi tahun ke tahun ada pada peringkat 81 dari 82 kota IHK di Indonesia,” katanya.
Dikatakannya lagi, selain inflasi, Kota Ambon juga mengalami deflasi sebesar 0,36 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga IHK dari 122,41 pada Februari 2016 menjadi 121,97 pada Maret 2016.
Deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,26 persen, sedangkan untuk pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,19, dan pada kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebanyak 0,49 persen.
Untuk kota IHK lainnya di Maluku, yakni Tual mengalami inflasi sebesar -0,22 persen, dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2016 terhadap Maret 2015) sebesar 3,79 persen.
Inflasi di Kota Tual terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,72 persen, produk makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,39 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,24 persen, sandang sebesar 0,48 persen, sedangkan kelompok kesehatan sebesar 0,77 persen.
Pada kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen, sedangkan pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak terjadi perubahan.
“Dari 82 kota IHK di Indonesia, di bulan Maret 2016 IHK Kota Tual menduduki peringkat satu, inflasi bulanannya menduduki peringkat tiga, inflasi tahun kalender berada pada peringkat 73, sedangkan inflasi tahun ke tahun menduduki peringkat ke- 60,” katanya. (MP-5)


