Lanal Saumlaki Dirikan Posyandu Dan Balai Pengobatan

Wirawan: Wujud Kepedulian TNI AL Dan Jalasenastri Kepada Masyarakat MTB

Saumlaki, Maluku Post.com – Bertempat di pelataran Markas Komando (Mako) TNI Lanal Saumlaki, Kamis pagi (14/4) lalu, Balai pengobatan dan Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) Jalasatrya pengurus Jalasenastri cabang 3 Korcab IX daerah armada timur diresmikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat didampingi Komandan TNI AL Pangkalan Saumlaki.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) TNI AL Saumlaki, Letkol laut Wirawan Adi Prasetia yang dikonfirmasi di Saumlaki, Kamis (21/4) mengatakan salah satu program nawacita Presiden Joko Widodo yakni pembangunan masyarakat dari daerah pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa sebagai kerangka Negara Kesatuan serta meningkatkan kualitas hidup Indonesai yakni pembangunan kesehatan masyarakat sehingga dapat terwujud Indonesia sehat.

Posyandu yang merupakan salah satu program pemerintah dibidang kesehatan itulah yang mendorong, TNI AL beserta Jalasenastri untuk berupaya mendirikan posyandu Jalasenastri.

“Tentunya program ini merupakan langkah awal dan wujud kepedulian TNI AL beserta Jalasenastri untuk dapat mendharmabaktikan keberadaannya demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat khususnya di desa Olilit dan Kota Saumlaki dan selebihnya masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat,” ungkapnya.

Menurut Wirawan, semenjak didirikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten MTB untuk melakukan pelatihan bagi para kader posyandu yang bakal melayani masyarakat. Kegiatan ini juga disebutkannya sebagai bentuk kemanunggalan TNI AL dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat MTB.

“Sampai saat ini ada 40 orang balita yang sudah tercatat sebagai anggota Posyandu Jalasenastri dan diharapkan akan bertambah. Hal ini terlaksana karena kerja keras dari para kader yang telah dibimbing oleh Kepala Puskesmas dan staf Puskesmas Saumlaki. Kami yakin dan percaya bahwa posyandu ini akan berkembang kedepan yang lebih baik lagi. Perlu diketahui pula Lanal Saumlaki telah memiliki seorang dokter, jadi mudah-mudahan kami bisa berperan lebih aktif demi kesehatan masyarakat”harapnya.

Danlanal juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Ketua dan pengurus serta seluruh anggota Jalasenastri cabang 3 korcab IX Armada kawasan timur atas dedikasi dan semangat serta kepedulian kepada keluarga besar TNI AL dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, dr.Juliana Chatarina Ratuanak ketika dikonfirmasi terpisah mengapresiasi pendirian Posyandu tersebut. Menurutnya: kehadiran posyandu Jalasenastri ini akan sangat membantu pemerintah melalui dinas kesehatan dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

“kami merasa sangat dibantu, karena lewat unit operasional dalam hal ini puskesmas Saumlaki dengan berbagai program kerja sudah tentu sangat terbantu dengan posyandu ini. kami berharap agar seluruh bayi dan balita di unit kerja ini akan tertangani dengan baik, mulai dari tumbuh kembangnya, adanya pembinaan terhadap kualitas makan bayi dan balita melalui orang tua, sehingga mereka bukan sekedar datang menimbang bayi mereka tetapi memperoleh pengetahuan dan akan dipraktekkan dalam hal ini pola asah asih dan asuh anak dan bayi,” tuturnya.

Dijelaskan Ratuanak, Pegiat kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk Anak usia dini dan kaum muda ini menyebutkan bahwa kegiatan Posyandu ini sangat bermanfaat juga sebagai ajang untuk bersosialisasi, sehingga para ibu hamil dan atau ibu menyusui serta balita bukan hanya melakukan penimbangan berat badan, atau pemeriksaan ibu hamil semata, melainkan kegiatan posyandu bisa dikembangkan dengan program-program yang inovatif, seperti misalnya pembuatan kelas bayi sehingga para kader posyandu bisa melatih dan membina seluruh indera anak untuk bisa berkembang seperti: indera pendengar, penglihatan,raba,rasa dan melatih anak untuk lebih disiplin.

“Kami sangat mendukung posyandu ini, sehingga apa yang ditargetkan di waktu mendatang bisa terlaksana.  Saat ini disetiap desa ada posyandu, bahkan ada desa yang memiliki posyandu hingga 4 tempat. Seperti misalnya desa Olilit ini memiliki 4 tempat posyandu. Kita tetap mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan-kegiatan seperti ini karena ini merupakan bagian dari upaya kesehatan berbasis masyarakat,” pungkasnya. (MP-14)

Pos terkait