Ambon, Maluku Post.com – Selain pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku terus memfokuskan pembangunan di bidang kesehatan. Salah satunya rencana pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) di kawasan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Namun sayangnya rencana pemerintah provinsi Maluku terkendala soal lahan. Untuk itu Pemprov sementara ini sementara mencari lahan dengan luas enam hektar.
“Untuk pembangunan RSU ini kita sudah anggarkan Rp60 miliar, namun sayangnya belum ada lahan, sehingga pembangunan belum bisa dilaksanakan,”ujar Gubernur Maluku Said Assagaff di Ambon, Minggu (24/04).
Assagaff mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Leihitu untuk dapat menjual tanahnya guna pembangunan RSU. Dan yang paling penting tanah yang akan dijual memiliki surat-surat yang lengkap. sehingga dalam proses pembangunan tidak ada saling mengklaim tanah ini milik dia atau orang lain.
Menurutnya, pembangunan RSU di kawasan Leihitu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga.
“Jika RSU bisa dibangun, maka masyarakat di Leihitu tidak perlu lagi berobat sampai di kota Ambon,”ucapnya.
Dijelaskan Assagaff, selain membangun RSU di Leihitu, dirinya bertekad membangun RSU di kawasan daerah terpencil, tertinggal dan terdepan, dalam hal ini di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Kepulauan Aru, sehingga pelayanan kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Maluku. (MP-7)


