Ambon, Maluku Post.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku menggelar perayaan puncak bulan pendidikan, yang berlangsung di lapangan merdeka, Ambon, Kamis (26/5). Yang dihadiri ribuan siswa dan guru mulai dari tingkat TK – SMA se-kota Ambon.
Sebelumnya, ribuan siswa ini telah mengikuti kegiatan pendukung lainnya diantaranya jalan santai berbusana nusantara, demonstrasi permainan dan tarian daerah Maluku, demonstrasi roket air, menjahit jala, kamboti, tumah, sagu, atap rumbia, demonstrasi melukis oleh asosiasi seni rupa Maluku, pameran pendidikan oleh sekolah, BUMN, balai bahasa, balai arkeologi, museum siwalima, dan makan Patita
Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutannya, mengatakan bulan pendidikan merupakan salah satu momentum penting untuk kembali merefleksikan dan memproyeksikan masa depan pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu instrumen paling besar pengaruhnya untuk transformasi peradaban suatu bangsa.
“Tingkat kesejahteraan, kesehatan dan kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Baik itu menyangkut komponen-komponen pendidikan maupun sarana dan prasarana pendidikan, karena pendidikan akan melahirkan SDM sebagai investasi yang tak pernah akan habis, jika dibandingkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang akan habis pada waktunya.” ungkapnya.
Dijelaskan Assagaff, sesuai tema bukan pendidikan tahun 2016 ‘nyalakan pelita, terangkan cita-cita‘, dapat semakin memotivasi mengonsolidasi dan mensinergikan semua potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Dalam artian pendidikan dapat berperan sebagai pelita bagi setiap anak bangsa di daerah ini yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.
“Dukungan yang perlu kita berikan kepada anak-anak kita adalah memastikan apa yang mereka pelajari saat ini relevan dengan apa yang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan zamannya. Menghadapi era kompetensi global di abad 21 ini, anak-anak kita membutuhkan keterampilan utuh mencakup tiga komponen, yaitu karakter kemampuan literisasi dan kompetensi”ujarnya.
Menurut Assagaff, menghadirkan kembali spirit perjuangan pendidikan Ki Hajar Dewantoro di bulan pendidikan ini, sejatinya menjadikan dunia pendidikan sebagai media untuk mencetak kualitas SDM yang seutuhnya, bukan separuh manusia.
“Mari jadi masyarakat yang cerdas agar nasib kita berubah menjadi masyarakat yang berkerabatan tinggi,”tandasnya.
Sementara, Kepala Dinas Dikbud Maluku, Saleh Thio mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuh kembangkan silaturahmi seluruh ekosistem pendidikan di Maluku pada iring-iringan bersama membangun pendidikan Maluku.
“Hal ini bertujuan sebagai bentuk dukungan moril terhadap para siswa dalam implementasi aspek kognetif, afektif dan psikomotorik, mewadahi pengembangan kreatifitas dan inovasi peserta didik serta sebagai wadah mempromosikan karya-karya terbaik siswa.” katanya. (MP-7)


