Kinerja PT. PLN (Persero) Cabang Tual Meresahkan Masyarakat

DPRD Kota Tual Minta BPK Lakukan Audit

Ambon, Maluku Post.com – Pemadaman lampu bergilir yang dilakukan PT. PLN (Persero) cabang Tual membuat resah seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan yang ada di kota Tual. Menindaklanjuti keresahan masyarakat, maka DPRD Kota Tual telah berulang kali memanggil pihak PT. PLN (Persero) cabang Tual untuk membicarakan hal ini sejak tahun 2015 – 2016., demikian diungkapkan Ketua Komisi A DPRD Kota Tual, Yakobus Silubun di Ambon, Kamis (19/5).

Menurut Silubun, hasil dari pemanggilan tersebut pihak PT. PLN (Persero) cabang Tual terus menjanjikan akan mengatasi permasalahan tersebut. Namun nyatanya namun sampai saat ini permasalahan tersebut belum juga bisa teratasi. Sehingga DPRD Kota Tual kembali mendatangi PT. PLN (Persero) wilayah Maluku dan Maluku utara yang telah menjamin dalam tahun 2016 tidak ada lagi pemadaman bergilir.

“Namun sampai hari ini PT. PLN (persero) cabang Tual masih melakukan pemadaman bergilir dan itu sangat menyakitkan dan mengganggu kenyamanan warga,”ujarnya

Dijelaskan Silbun, listrik mempunyai peran penting dalam membantu masyarakat, baik itu dalam peningkatan ekonomi, Sumber Daya Manusia (SDM), kenyamanan, estetika kota, penyelenggaraan pemerintahan, namun nyatanya semuanya itu tidak dirasakan dengan baik. Bahkan dalam pertemuan bersama, pihak PLN telah melakukan pengadaan mesin baru 3-4 unit. Namun nyatanya permasalahan yang dihadapi belum juga bisa teratasi.

Terkait dengan hal tersebut, lanjut Silubun bahwa pihaknya meminta dan mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit pihak PT. PLN (persero) cabang Tual, mengingat sampai saat ini masyarakat masih dipersulit dan tidak dilayani secara maksimal. Apalagi PT. PLN (persero) cabang Tual merupakan perusahaan milik negara yang dihadir untuk melayani masyarakat.

“Kita sangat kecewa dengan sikap PT. PLN (persero) cabang Tual, kalau seperti ini seluruh aktivitas masyarakat dan pemerintahan dalam hal pelayanan publik akan terus terganggu,”pungkasnya.

Salah satu modus yang dimainkan oleh pihak PLN, kata Silubun adalah dengan terus melakukan pergantian terhadap kepala PT. PLN (persero) cabang Tual, sehingga ketika dikonfirmasi baik itu kepala cabang baru dan yang lama saling lepas tangan. (MP-7

Pos terkait