Ritual Adat Dilakukan Ungkapkan Rasa Syukur Warga
![]() |
| Ritual adat penanaman piring di “Wama” atau pusat kampung |
Langgur, Maluku Post.com – Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dalam pemerataan infrastruktur khususnya akses jalan hotmix bagi masyarakat Kei Besar (Kebes) dipastikan dalam waktu dekat akan terealisasi. Proyek jalan hotmix tersebut bersumber dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016.
PT.Evav Bangun Mandiri (PT.EBM) yang selama ini bergerak dalam pengerjaan konstruksi jalan telah mempersiapkan mobilisasi alat berat serta pembangunan AMP Di Desa Larat kecamatan Kei Besar Selatan
Warga Desa Larat, perangkat adat bersama tokoh agama yang dipimpin Pejabat Kepala Desa Larat, Ifrosim Roroa menyambut dengan penuh antusias atas kehadiran PT. EBM di Kei besar yang mana telah memilih Desa Larat sebagai lokasi armada sekaligus titik nol pelaksanaan pekerjaan.
Sambutan warga ini diwarnai dengan dilakukannya ritual upacara adat yang dilaksanakan Rabu, 27/4) lalu di Desa setempat, diawali penyembelihan satu ekor kambing yang dipimpin langsung Imam Masjid Larat M Syeh Rahanyamtel sebagai simbol pengorbanan guna perlindungan dan keselamatan bagi warga serta PT. EBM dalam pemanfaatan hak ulayat petuanan Desa Larat.
Setelah itu warga Muslim Larat baik yang berdomisili di desa maupun yang berdomisili diluar Desa larat diundang untuk sama-sama menggelar ritual “Nit Rirwang” atau doa bersama kepada Allah SWT dan para leluhur sebagai wujud rasa bersyukur.
Ritual adat tersebut diakhiri dengan “Hol Tul Wama” atau permintaan izin kepada para leluhur yang di pimpin tetua adat dengan memasukan daun siri dan mas adat Kei ke dalam sebuah piring dibarengi ucapan beberapa kalimat pendek dalam bahasa Kei. Piring tersebut kemudian ditanam di “Wama ” atau pusat kampung.
Setelah ritual adat selesai, pejabat desa Larat Ifrosim Roroa dalam sambutannya di depan warganya mengucapkan rasa syukur sekaligus bangga atas rezeki yang telah diberikan Tuhan melalui PT. EBM yang mana telah memilih Desa Larat sebagai pusat operasional.
Roroa juga menghimbau kepada warga agar bersatu mendukung dan menjaga keamanan demi kenyamanan investasi untuk pembangunan daerah.
Sementara itu, Ruslani Rahayaan yang mewakili Direktur PT. EBM mengharapkan dukungan dari masyarakat Desa Larat dengan tiga poin permintaan, yakni Pertama, menjaga keamanan dan ketertiban didalam masyarakat sehingga investasi dan keberlangsungan usaha berjalan kondusif.
Kemudian yang kedua, lanjut Rahayaan yakni komunikasi antara masyarakat dan perusahaan agar intens terjalin guna memantapkan keberadaan perusahaan dalam menjalankan aktivitas.
“Dan yang ke tiga suprastruktur dimana pemerintahan desa, adat dan agama sebagai 3 pilar yang harus dijaga bersama antara perusahaan dan warga,” pintanya. (MP-2)


