![]() |
| Djems Raymond Moriolkosu |
Langgur, Maluku Post.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melaksanakan kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP-MTs se-Kabupaten Maluku Tenggara yang berpusat di SMP Kristen Anugerah, Langgur, (Kamis 2/6).
Kepala Sekolah Penyelengara MKKS SMP-MTs se-Kabupaten Malra, Djems Raymond Moriolkosu mengatakan, inti dari kegiatan MKKS adalah untuk melakukan penata tata kelola terhadap satuan-satuan pendidikan supaya bisa berkualitas dan bermutu.
“Struktur materi yang dilakukan adalah untuk meningkatkan peran kepala sekolah yang baik dan berintegritas untuk melakukan kegiatan penatausahaan, tata kelola terhadap seluruh kepentingan sekolah.” ungkapnya.
Menurut Mariolkosu, kegiatan MKKS SMP-MTs se-Kabupaten Malra tersebut dilaksanakan sehari dan diikuti 62 peserta yang terdiri Kepala-kepala SMP Negeri dan Swasta bahkan Kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Maluku Tenggara dengan menghadirkan narasumber dari Kementrian Agama Kabupaten Malra, Bagian Keuangan Pemkab Malra, Inspektorat Kabupaten Malra.
Adapun sasaran dari pelaksanaan kegiatan MKKS SMP-MTs ini, lanjut Moriolkosu adalah memberikan penguatan kapasitas kepada seluruh kepala-kepala sekolah untuk memahami Tupoksinya sebagai kepala sekolah yang baik, kepala sekolah yang benar-benar melakukan tuntutan pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak-anak didik.
“Kegiatan ini juga lebih fokus kepada bagaimana menjadi seorang kepala sekolah yang baik, berintegritas, dan juga mengetahui informasi tentang kebijakan Pemerintah Republik Indonesia terkait dengan Kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan ke seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia termasuk salah satunya adalah Kabupaten Maluku Tenggara, karena itu telah dilakukan penyampaian informasi tentang Kurikulum 13 (K-13) kepada seluruh kepala sekolah untuk ada dalam sebuah persamaan persepsi tentang kebijakan Kurikulum 13.” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Unggulan Ohoijang Langgur, Ferdinandus Ohoira selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan dalam kaitan dengan penyampaian materi Kurikulum 2013, yang mana dianjurkan dari pemerintah pusat bahwa Kurikulum 2013 ini dilaksanakan batas pada tahun 2019-2020 bahwa semua sekolah pada tingkat SMP-MTs itu sudah harus melaksanakan Kurikulum 2013.
Ferdinandus juga mengharapkan agar materi-materi yang disampaikan kepada para kepala sekolah sebagai penanggung jawab pada satuan pendidikan masing-masing bisa mengaplikasikan itu menyampaikan bagian-bagian yang penting terkait dengan pelaksanaan K-13 ini kepada guru-guru di sekolah untuk mempersiapkan diri untuk melaksanakan Kurikulum 2013.
Salah satu peserta MKKS-SMP-MTs, Kepala SMP-LB Negeri Langgur, Thomas Kabrahanubun ketika dikonfirmasi tangapannya terkait kegiatan tersebut mengungkapkan kegiatan MKKS-SMP-MTs ini sangat bermanfaat, apalagi kepala sekolah selaku ujung tombak pendidikan di daerah Kabupaten Maluku Tenggara ini, kepala sekolah sebagai super fighter monitoring.
“Khusus dalam hal penerapan Kurikulum 2013, sebelum guru melaksanakan di sekolah dan di kelas, kepala sekolah harus mengetahui, begitu juga dalam hal-hal pengauditan dari dana BOS yang diperuntukkan dari pemerintah untuk sekolah-sekolah maka kepala sekolah harus lebih tahu seluk-beluk tata cara pengelolaan dana BOS itu sendiri, agar tidak terjadi kesimpangsiuran dalam pemanfaatan, pengeluaran sekaligus dalam pertanggungjawaban, karena muncul kendala-kendala di lapangan atau temuan-temuan di dinas terkait seperti dinas pendidikan, inspektorat dan bagian keuangan daerah, itu dikarenakan beberapa sekolah ini tidak mengerti cara penyaluran, pemanfaatan, pengeluaran sampai pertanggungjawabannya.”ungkap Kabrahanubun.
Kabrahanubun mengharapkan agar kegiatan tersebut tidak sebatas hari saat itu saja tetapi berikutnya mesti juga melibatkan bendahara-bendahara dana BOS sekolah tersebut juga dilibatkan untuk lebih mengerti alur pemanfaatan dana BOS itu sendiri. (MP-15)


