Ambon, Maluku Post.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku akan melakukan operasi pasar (OP) dengan menjual gula pasir kepada masyarakat dengan harga Rp13.500/Kg.
“Kami sudah berkomitmen untuk membantu masyarakat mendapatkan gula pasir dengan harga yang murah,” kata Kepala Disperindag Maluku Angky Papilaya, di Ambon, Selasa (31/5).
Dia mengatakan, langka awal yang akan dilaksanakan nanti pada saat kapal yang mengangkut gula pasir kristal putih dari Makasar, Sulawesi Selatan sesuai jadwal pada 1 Juni 2016.
Setelah diturunkan dari kapal di pelabuhan Yos Sudarso, Ambon pada 2 Juni 2016 langsung mengirimkan lima ton ke kabupaten Buru Selatan (Bursel).
Selain ke Bursel, rencananya juga akan mengirim dua ton ke Kabupaten Maluku Tengah guna memenuhi permintaan pasar di sana.
“Setelah dilakukan pengiriman ke dua kabupaten tersebut, maka Disperindag akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan perdagangan Indonesia (PPI) yang ditunjuk Kementerian Perdagangan sebagai pemasok gula kristal putih, paling terlambat pada 6 Juni 2016 untuk melakukan OP,” ujar Angky.
Kemudian setelah melewati bulan puasa dan ternyata stok masih ada, lanjutnya, maka akan dilakukan lagi OP menjelang perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah guna membantu masyarajat di daerah ini mendapatkan kebutuhan gula pasir yang sekarang ini dirasakan cukup berat akibat harga yang melonjak.
Pihaknya juga akan melakukan Sidak, baik ke pasar-pasar tradisional maupun swalayan dan Supermarket. Hanya saja waktu pelaksanaan tidak bisa dipublikasikan sebab kegiatan ini rahasia.
“Tujuannya untuk mengantisipasi jangan sampai barang-barang yang sudah kadaluarsa masih tetap dijual. Karena itu waktu pelaksanaan Sidak tidak bisa diumumkan,” tandas Angky.
Pasar murah akan dilaksanakan di pelataran lapangan Merdeka, Ambon pada 31 Mei hingga 2 Juni 2016 akan dilanjutkan dengan mobil keliling di kecamatan yakni Salahutu dan Leihitu, pulau Ambon. (MP-5)


