Ambon, Maluku Post.com – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Mei 2016 tercatat sebesar 103,50 atau turun 0,44 persen, dibandingkan April 2016 yang hanya 103,96.
“Penurunan NTP ini disebabkan oleh menurunnya indeks harga diterima petani (IT) sebesar 0,36 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (IT) justru mengalami peningkatan sebesar 0,08 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Diah Utami, di Ambon, Rabu (1/6).
Dia mengatakan, pencapaian NTP tertinggi pada Mei 2016 masih terjadi di sub sektor tanaman hortikultura yakni sebesar 112,96, sedangkan, NTP terendah di sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 98,76.
“Penurunan NTP pada Mei 2016 disebabkan oleh menurunnya NTP pada beberapa sub sektor yakni tertinggi pada sub sektor tanaman pangan sebesar 1,96 persen, diikuti tanaman hortikultura sebesar 1,33 persen, sub sektor perikanan sebesar 0,98 persen dan sub sektor peternakan sebesar 0,54 persen,” ujarnya.
Sedangkan sub sektor tanaman perkebunan rakyat mengalami peningkatan NTP sebesar 1,62 persen.
Diah mengemukakan, NTP Provinsi Maluku tanpa sub sektor perikanan pada Mei 2016 sebesar 103,27, atau naik sebesar 0,37 persen dibanding April 2016 yang tercatat 103,65.
Pada Mei 2016 terjadi inflasi perdesaan di Provinsi Maluku sebesar 0,11 persen yang disebabkan oleh naiknya beberapa kelompok pengeluaran , dan tertinggi pada makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,53 persen, diikuti oleh bahan makanan sebesar 0,11 persen, sandang sebesar 0,09 persen dan kesehatan 0,07 persen.
Sedangkan kelompok perumahan dan kelompok transportasi dan komunikasi mengalami penurunan atau deflasi perdesaan masing-masing sebesar 0,04 persen dan 0,42 persen.
Diah Utami mengatakan, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Provinsi Maluku pada Mei 2016 tercatat sebesar 120,33 atau menurun sekitar 0,27 persen dibanding April 2016 yang tercatat sebesar 120,66. (MP-2)


