Hasil Rilis Potret Perilaku Pemilih Menjelang Pilkada SBB
Ambon, Maluku Post.com – Dukungan yang nantinya akan berikan Bupati Seram Bagian Barat, Jacobus Puttileihalat dalam perhelatan pesta politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tidak akan berpengaruh terhadap pilihan yang telah ditentukan masyarakat. Pasalnya masyarakat SBB tidak puas dengan kinerja yang ditunjukkan Jacobus Puttileihalat maupun wakilnya La Husni. Hal tersebut diungkapkan peneliti dari Lensa Nusa Setya Darma saat merilis potret perilaku pemilih menjelang Pilkada SBB, di Ambon, Senin (6/6).
Menurut Setya Darma, dari penelitian yang dilakukan Lintas Nusa bekerja sama dengan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) terhadap 440 responden dengan lama penelitian selama 5 hari, sebanyak 58 persen responden menyatakan tidak akan memilih kandidat yang didukung Jacobus Puttileihalat maupun La Husni, sedangkan responden yang menyatakan akan memilih kandidat yang didukung Jacobus dan La Husni adalah sebanyak 14,40 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab dan menjawab tidak tahu sebanyak 27,10 persen.
“Sedangkan mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jacobus Puttilehalat selaku bupati SBB adalah sebanyak 42,2 persen, sedangkan yang tidak puas dengan kinerja Puttileihalat selaku bupati SBB adalah sebanyak 50 persen. Begitu juga dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja La Husni selaku wakil bupati SBB hanya sebesar 42,6 persen dan yang tidak puas sebanyak 50 persen lebih.”ungkapnya.
Dijelaskan Setya Darma, mengenai top of mind calon bupati, sesuai hasil survey tercatat nama M.Yasin Payapo memperoleh 10,73 persen disusul Sanadjihitu Tuhuteru dengan 6,83 persen, Fransiane Puttileihalat mendapat 4,63 persen, Sahlan Helut mendapat 4,39 persen dan Remon Paulus Puttileihalat memperoleh 3,66 persen.
Dan untuk peta dukungan kandidat sesuai hasil penelitian yang dilakukan, lanjut Setya Darma dapat dikategorikan menjadi tiga klasmen yakni klasmen utama yang terdiri dari M.Yasin Payapo yang memperoleh 14,14 persen suara responden disusul Sanadjihitu Tuhuteru yang memperoleh 12,70 persen. Klasmen berikutnya yakni klasmen satu diduduki oleh Fransiane Puttileihalat dengan perolehan suara responden sebanyak 8,0 persen, Irwan La Aru dengan 6,6 persen dan Remon Paulus Puttileihalat dengan perolehan 5,6 persen sedangkan sisa nama lainnya masuk dalam kategori klasmen dua.
“Untuk tingkat pengenalan dan kesukaan bakal calon yang masuk tiga besar adalah, M.Yasin Payapo juga masih yang terbaik dengan raihan 54,90 persen responden mengakui mengenai Payapo dan 72 persen mengakui menyukai Payapo. Sedangkan posisi kedua diduduki Remon Paulus Puttileihalat dengan tingkat pengenalan masyarakat sebesar 52,40 persen dan 64,80 persen responden mengakui menyukai kadis Pekerjaan Umum tersebut. Dan posisi ketiga diduduki Suhfi Majid dengan tingkat pengenalan sebesar 50,70 persen dan tingkat kesukaan sebesar 63,90 persen.”ujarnya.
Sementara itu pengamat politik Lembaga Pemilih Indonesia, Karyono mengatakan, jika dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Pemilih Indonesia dengan Lintas Nusa, terlihat bahwa pemerintahan Jacobus Puttileihalat dan La Husni dinilai tidak berhasil. Hal ini lantaran tingkat kepuasan masyarakat terhadap pasangan Bupati dan Wakil bupati SBB ini dibawah 50 persen.
“Dan hal ini berdampak besar terhadap dukungan yang nantinya diberikan Puttileihalat dan La Husni kepada pasangan calon Bupati maupun wakil Bupati, dan jika peraturan memungkinkan untuk pasangan ini maju kembali maka dapat dipastikan pasangan ini akan kalah telak “ ujar Karyono.
Senada dengan itu Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia Bonny Hargens menambahkan dari hasil penelitian ini terdapat satu nama pendatang baru dalam Pilkada Seram Bagian Barat taun 2017 nanti yakni Sanadjihitu Tuhuteru. Dimana Tuhuteru bersaing ketat dengan Yasin Payapo padahal Payapo sendiri pernah mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati SBB beberapa waktu lalu.
“Persaingan ketat ini terlihat dari selisih antara keduanya yang hanya beda-beda tipis yakni berkisar 1 hingga 2 persen. Dan bukan tidak mungkin disaat pemilihan nanti Tuhuteru mampu melewati Payapo lantaran masih ada sekitar 7 bulan lagi baru pemilihan dilakukan, “ paparnya.
Faktor gemilangnya Tuhuteru lanjut Hargens, lantaran Tuhuteru begitu intens melakukan pengenalan dirinya kepada masyarakat, baik dengan memasang baliho maupun mendatangi langsung masyarakat guna memperkenalkan dirinya. (MP-3)


