Terkait Kekurangan Guru MIPA Dan Tambahan RKB
Langgur, Maluku Post.com – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kei Kecil (Keke) Kabupaten Maluku Tenggara dengan jumlah guru mencapai 56 orang namun untuk klasifikasi mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) pada sekolah tersebut tidak mencukupi.
Kepala SMA Negeri 1 Kei Kecil, Yakuba Namsa, di Langgur, Kamis (23/6) mengatakan, guna menyiasati hal itu, pihaknya menggunakan tenaga honor pada pelajaran MIPA.
“Selama ini kami hanya menggunakan tenaga honor pada mata pelajaran MIPA, karena memang kami kekurangan tenaga guru PNS khususnya MIPA,”ungkapnya.
Menurut Namsa, pihaknya meminta perhatian dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) agar dalam regulasi penempatan guru haruslah sesuai dengan permintaan sekolah agar tidak terjadi penumpukkan guru mata pelajaran ataupun kekurangan guru.
“Kami minta kepada Pemkab Malra terkait Regulasi, agar penempatan guru itu harus sesuai dengan kebutuhan dan permintaan sekolah,” ujarnya.
Dijelaskan Namsa, untuk mengawali tahun pelajaran 2016/2017, SMA Negeri 1 Kei Kecil akan melaksanakan beberapa tahapan diantaranya seleksi nilai untuk dilakukan pembagian kelas.
“Pihak sekolah melakukan penyeleksian siswa untuk mendapatkan nilai yang sesuai dengan standar yang ditetapkan pihak sekolah yakni diatas 5,5, kemudian siswa tersebut akan ditempatkan pada kelas-kelas tertentu,” tandasnya.
Namsa menambahkan, minat dan bakat para siswa baru nanti juga tak luput dari perhatian serius pihak sekolah, dimana setelah pelaksanaan MOS akan diidentifikasi bakat dan minat siswa sesuai dengan yang dimilikinya misalnya minat dalam olahraga, kesenian dan budaya.
“Pada tahun pelajaran 2016/2017 nanti, SMA Negeri 1 Kei Kecil akan menggunakan Pembelajaran Kurikulum 2013 dan mulai diberlakukan untuk Kelas X (Kelas Satu) dan penerimaan siswa baru ditargetkan berjumlah 260-270 siswa, dengan pembagian siswa per kelas yakni 37 siswa,” jelasnya sembari menambahkan jumlah Rombongan Belajar (Rombel) yang disiapkan pihaknya untuk siswa kelas X (siswa baru) yakni berjumlah 9 Rombel.
Terkait dengan sarana penunjang kegiatan PBM (Proses Belajar Mengajar), Namsa katakan pihaknya membutuhkan 1 ruang laboratorium, karena sampai saat ini, ruangan laboratorium yang ada masih digunakan untuk PBM.
“kami membutuhkan 1 ruang laboratorium, karena sampai dengan saat ini ruangan laboratorium masih digunakan untuk kegiatan PBM, dan kami juga membutuhkan 2 RKB (ruang kelas baru) untuk kegiatan belajar mengajar,”harap Namsa. (MP-15)


