SMA Negeri 2 Kei Kecil Akan Menggunakan Sistem SKS

Langgur, Maluku Post.com – Sebagai satu-satunya SMA di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang memiliki Akreditasi “A”, maka SMA Negeri 2 Kei Kecil semakin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dalam segala hal termasuk sistem pembelajarannya, peningkatan mutu guru dan siswa.

Terkait dengan hal tersebut, untuk tahun pelajaran 2016/2017 SMA Negeri 2 Kei Kecil akan menggunakan metode Sistem Kredit Semester (SKS), demikian disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 2 Kei Kecil Kabupaten Malra Ny. Dometilla Teniwut di Langgur, Sabtu (18/6).

“Hasil dari evaluasi tahun pelajaran 2015/2016, kita menjadikannya sebagai rancangan dimana masing-masing bidang akan menyusun programnya untuk kegiatan tahun pelajaran 2016/2017,” ujarnya.

Menurut Teniwut, sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2016/2017, pihaknya telah membuka pendaftaran siswa baru (PSB), dan pihaknya hanya menerima 175 orang karena terbatasnya ruang kelas.

“PSB kali ini, kami hanya menerima 175 orang, yang akan dibagi dalam 8 kelas dengan pembagian program MIPA/MIA sebanyak 4 kelas, program IPS 3 kelas  dan program Bahasa 1 kelas, sedangkan jumlah siswa per kelas itu sebanyak 25 siswa,” ungkapnya.

Teniwut menjelaskan, tahun pelajaran 2016/2017 pihaknya merencanakan program MIA-1 dan program MIA-2 menggunakan sistem SKS (sistem kredit/semester), sedangkan untuk program MIA-3 dan program MIA-4 menggunakan sistem paket. Sedangkan untuk program IPS-1 dan IPS-2 menggunakan sistem SKS (sistem kredit/semester),  dan IPS-3 menggunakan sistem paket.

“Mengingat kami adalah Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 di Kabupaten Maluku Tenggara, maka tahun pelajaran 2016/2017 nanti kami akan menggunakan Kurikulum 2013 dimana Kelas X nantinya sudah menggunakan sistem SKS, dan untuk hal ini kami sudah siap,” tandasnya.

Terkait kualitas SDM yang dimiliki sekolah, Teniwut menambahkan pihaknya lebih berorientasi kepada peningkatan mutu guru dengan kegiatan Workhshop yang lakukan mengawali setiap semester.

“Kegiatan workshop ini bukan sekedar menyusun perangkat pembelajaran, tapi juga guru tersebut belajar menyusun proses pembelajaran berupa ITC,” ujarnya.

Sedangkan untuk peningkatan mutu siswa, lanjut Teniwut bahwa pihaknya lebih mengedepankan pengembangan akademik yaitu lewat kegiatan sains dan non akademis yaitu berupa kegiatan ekstra.

Sekedar diketahui, pada tahun pelajaran 2015/2016 lalu, untuk beberapa lomba SMA Negeri 2 Kei Kecil mampu berbicara di tingkat Kabupaten, provinsi maupun nasional dan internasional. (MP-15)

Pos terkait