SMK Kesehatan Romel Tual Buka PSB Secara Online

Songupnuan Harap Perhatian Dari Pemkot Tual Terkait Kekurangan Guru Dan Sarana Prasarana

Tual, Maluku Post.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Romel Tual telah membuka penerimaan siswa baru (PSB) secara Online sejak bulan Mei 2016 melalui email resmi sekolah maupun melalui media sosial Facebook resmi milik sekolah tersebut, hal tersebut disampaikan Kepala SMK Kesehatan Romel Tual, Zeth Songupnuan, di Tual, Kamis (14/7). Menurut Songupnuan, siswa baru yang sudah terdaftar sebanyak 173 orang, dan sebanyak 102 siswa yang melaporkan diri di sekolah yang merupakan bagian dari tahapan PSB, selain itu pihaknya membutuhkan 3 rombongan belajar (Rombel). “karena animo siswa yang mendaftar pada SMK Kesehatan Romel Tual ini meningkat, Kami akan menerima 130 siswa, dimana 120 siswa itu untuk 3 kelas (rombel) sedangkan penambahan 10 siswa baru itu cadangan” ungkapnya. Dijelaskan Songupnuan, jumlah ruang belajar yang ada pada SMK Kesehatan Romel Tual sebanyak 10 ruang kelas ditambah dengan ruang praktek dan perpustakaan, jika nanti 173 siswa semuanya diterima maka pihaknya akan menerapkan sistem shift (sekolah pagi dan siang). “Karena ruangan belajar kami masih kurang, dan otomatis kami akan mempergunakan ruang praktek dan perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya. Songupnuan katakan, pembukaan Masa Orientasi Siswa Baru (MOSB) SMK Kesehatan Romel Tual akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2016, dan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 18 Tahun 2016 tentang MOSB dengan Pengenalan Lingkungan sekolah pada siswa baru. Songupnuan menambahkan, bahwa kegiatan-kegiatan terkait MOSB itu sendiri ini dalam hal pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang nantinya mengikuti pendidikan pada tahun pelajaran 2106/2017 ini yakni kegiatan pengendalian diri, pengenalan warga sekolah, pengenalan visi misi dan program kegiatan belajar mengajar, tata tertib dan sebagainya. “Untuk tahun pelajaran 2016/2017 ini, SMK Kesehatan Romel Tual masih menggunakan Kurikulum 2006, dengan program-program studi yakni Keahlian Keperawatan, Farmasi serta Kebidanan, disamping materi-materi umum lainnya,” tandasnya. Terkait dengan peningkatan SDM untuk tenaga Guru, Songupnuan yang merupakan mantan Kepala SMA Negeri 2 Kei Kecil ini mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan in house training bagi para guru untuk menyiapkan perangkat-perangkat pembelajaran dan materi-materi ajar yang harus diberikan pada siswa dalam tahun pelajaran 2016/2017 ini. Songupnuan katakan, untuk kegiatan belajar mengajar pihaknya masih memiliki kendala menyangkut tenaga pendidik (Guru) yang masih minim dan juga kekurangan pada alat-alat praktikum. “Kendala yang kami alami selama kegiatan belajar pengajar yakni pertama menyangkut tenaga pendidik, dimana kami memiliki tenaga pendidik dari yayasan sebanyak 36 orang dan Guru PNS 2 orang, guru kontrak 3 orang milik pemda kota Tual sehingga total tenaga pendidik yang ada hanya 41 orang, jadi yang terbanyak adalah honor yayasan, sedangkan honor sekolah itu ada 8 orang. Selain itu kami masih kekurangan alat-alat praktikum,” pungkasnya. Terkait dengan hal itu, Songupnuan berharap agar pemerintah kota tual dan dinas pendidikan setempat bisa menyikapi kekurangan yang dihadapi SMK Kesehatan Romel Tual tersebut dengan mengangkat tenaga-tenaga produktif keperawatan dan farmasi untuk diperbantukan pada sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Tual. “Tenaga pendidik (guru) teristimewa tenaga-tenaga produktif keperawatan, farmasi yang bisa diangkat menjadi guru dapat diperbantukan pada sekolah-sekolah swasta termasuk SMK Kesehatan Romel Tual ini, dan juga menyangkut bantuan-bantuan berupa saran prasarana sekolah juga harap diperhatikan,” harapnya. (MP-15).

Tual, Maluku Post.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Romel Tual telah membuka  penerimaan siswa baru (PSB) secara Online sejak bulan Mei 2016 melalui email resmi sekolah maupun melalui media sosial Facebook resmi milik sekolah tersebut, hal tersebut disampaikan Kepala SMK Kesehatan Romel Tual, Zeth Songupnuan, di Tual, Kamis (14/7).

Menurut Songupnuan, siswa baru yang sudah terdaftar sebanyak 173 orang, dan sebanyak 102 siswa yang melaporkan diri di sekolah yang merupakan bagian dari tahapan PSB, selain itu pihaknya membutuhkan 3 rombongan belajar (Rombel).

“karena animo siswa yang mendaftar pada SMK Kesehatan Romel Tual ini meningkat, Kami akan menerima 130 siswa, dimana 120 siswa itu untuk 3 kelas (rombel) sedangkan penambahan 10 siswa baru itu cadangan” ungkapnya.

Dijelaskan Songupnuan, jumlah ruang belajar yang ada pada SMK Kesehatan Romel Tual sebanyak 10 ruang kelas ditambah dengan ruang praktek dan perpustakaan, jika nanti 173 siswa semuanya diterima maka pihaknya akan menerapkan sistem shift (sekolah pagi dan siang).

“Karena ruangan belajar kami masih kurang, dan otomatis kami akan mempergunakan ruang praktek dan perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Songupnuan katakan, pembukaan Masa Orientasi Siswa Baru (MOSB) SMK Kesehatan Romel Tual akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2016, dan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 18 Tahun 2016 tentang MOSB dengan Pengenalan Lingkungan sekolah pada siswa baru.

Songupnuan menambahkan, bahwa kegiatan-kegiatan terkait MOSB itu sendiri ini dalam hal pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang nantinya mengikuti pendidikan pada tahun pelajaran 2106/2017 ini yakni kegiatan pengendalian diri, pengenalan warga sekolah, pengenalan visi misi dan program kegiatan belajar mengajar, tata tertib dan sebagainya.

“Untuk tahun pelajaran 2016/2017 ini, SMK Kesehatan Romel Tual masih menggunakan Kurikulum 2006, dengan program-program studi yakni Keahlian Keperawatan, Farmasi serta Kebidanan, disamping materi-materi umum lainnya,” tandasnya.

Terkait dengan peningkatan SDM untuk tenaga Guru, Songupnuan yang merupakan mantan Kepala SMA Negeri 2 Kei Kecil ini mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan in house training bagi para guru untuk menyiapkan perangkat-perangkat pembelajaran dan materi-materi ajar yang harus diberikan pada siswa dalam tahun pelajaran 2016/2017 ini.

Songupnuan katakan, untuk kegiatan belajar mengajar pihaknya masih memiliki kendala menyangkut tenaga pendidik (Guru) yang masih minim dan juga kekurangan pada alat-alat praktikum.

“Kendala yang kami alami selama kegiatan belajar pengajar yakni pertama menyangkut tenaga pendidik, dimana kami memiliki tenaga pendidik dari yayasan sebanyak 36 orang dan Guru PNS 2 orang, guru kontrak 3 orang milik pemda kota Tual sehingga total tenaga pendidik yang ada hanya 41 orang, jadi yang terbanyak adalah honor yayasan, sedangkan honor sekolah itu ada 8 orang. Selain itu kami masih kekurangan alat-alat praktikum,” pungkasnya.

Terkait dengan hal itu, Songupnuan berharap agar pemerintah kota tual dan dinas pendidikan setempat bisa menyikapi kekurangan yang dihadapi SMK Kesehatan Romel Tual tersebut dengan mengangkat tenaga-tenaga produktif keperawatan dan farmasi untuk diperbantukan pada sekolah-sekolah swasta yang ada di Kota Tual.

“Tenaga pendidik (guru) teristimewa tenaga-tenaga produktif keperawatan, farmasi yang bisa diangkat menjadi guru dapat diperbantukan pada sekolah-sekolah swasta termasuk SMK Kesehatan Romel Tual ini, dan juga menyangkut bantuan-bantuan berupa saran prasarana sekolah juga harap diperhatikan,” harapnya. (MP-15).

Pos terkait