Ambon, Malukupost.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi mengatakan, makro ekonomi daerah ini mengalami perkembangan yang baik.
“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV – 2016 tercatat sebesar 5,91 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan III – 2016 sebesar 5,52 persen (yoy),” katanya seusai memberikan penjelasan terkait kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Maluku periode Februari 2017 di kantor BI Maluku, di Ambon, Kamis (30/3).
Pertumbuhan ini juga masih lebih tinggi dari nasional yang tercatat sebesar 4,94 persen (yoy) pada triwulan IV-2016.
Menurutnya, pada 2016 ekonomi Maluku tumbuh dari 5,48 persen (yoy) pada 2015 menjadi 5,76 persen (yoy) atau diatas pertumbuhan ekonomi nasional 5,02 persen (yoy).
“Tren inflasi Provinsi Maluku terus membaik selama 2013 -2016,” ujar Bambang.
Inflasi tahunan Provinsi Maluku, lanjutnya, dari 8,82 persen pada 2013, 7,19 persen di 2014 (yoy), 6,15 (yoy)pada 2015 dan 2016 menjadi 3,26 persen.
Dia mengatakan inflasi yang terendah pada 2016 didukung oleh stabilitas harga pangan yang hanya mengalami inflasi sebesar 3,0 persen (yoy) hingga akhir tahun.
Hal ini tidak lepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku yang intensif melakukan berbagai perbaikan struktural pada rantai pemasokan komoditas pangan, baik dari ketersediaan pasokan, efisiensi distribusi maupun ketersediaan harga.
Bambang mengatakan, pertumbuhan aset perbankan Maluku terpantau menguat yaitu tumbuh sebesar 5,78 persen (yoy) pada triwulan IV-2016 setelah triwulan sebelumnya mengalami kontraksi 0,04 persen (yoy).
“Pertumbuhan kredit meningkat cukup signifikan dari 8,44 persen (yoy) dari triwulan III-2016 menjadi 14,24 persen (yoy) pada triwulan IV-2016,” ujarnya.
Percepatan penyaluran kredit tersebut disumbang utama oleh kredit konsumsi, investasi maupun modal kerja. Resiko kredit juga terpantau menurun, sebagaimana tercermin dari penurunan kredit bermasalah dari 1,52 persen pada triwulan III-2016 menjadi 1,31 persen pada triweulan IV-2016.
Dia mengatakan, perekonomian Maluku kedepan diperkirakan akan terus menguat. Ekonomi Maluku diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,2 – 6,6 persen (yoy) pada triwulan I-2017, naik dari triwulan IV-2016 yang sebesar 5,91 persen (yoy).
“Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Maluku diperkirakan meningkat dari 5,76 persen (yoy) pada 2016 menjadi kisaran 5,9 – 6,3 persen (yoy) pada 2017,” ujarnya.
Hal ini, lanjutnya, terutama didorong oleh perbaikan kinerja sub sektor perikanan dan peningkatan investasi di sektor tersebut.
Selain itu kinerja konsumsi rumah tangga dan lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) diperkirakan menguat sejalan dengan peningkatan upah minimum provinsi (UMP) dan penyelenggaraan Pilkada serentak di lima kabupaten/kota pada 15 Februari 2017 serta berbagai event nasional. (MP-4)


