Di Maluku Terduga Terindikasi Virus Corona Capai 19 Orang

  • Whatsapp
Kepala BPBD Maluku, Hein Far Far (kiri), Ketua Satgas Penanganan dan Pencegahan Corona di Maluku, Kasrul Selang (tengah) dan Kadis Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh (kanan)
Kepala BPBD Maluku, Hein Far Far (kiri), Ketua Satgas Penanganan dan Pencegahan Corona di Maluku, Kasrul Selang (tengah) dan Kadis Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh (kanan)

Pontoh: 18 Orang Berstatus ODP dan 1 Orang Berstatus PDP

Ambon, Malukupost.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh mengatakan sampai saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diduga terindikasi virus Corona (Covid-19) mencapai 19 Orang.

“Untuk ODP sebanyak 18 orang, sedangkan 1 orang PDP,” ujarnya di Ambon, Jumat (20/3).

Dijelaskan Pontoh, 18 ODP tersebut di Kota Ambon sebanyak 5 orang, Kabupaten SBB sebanyak 3 orang, Kabupaten Buru sebanyak 1 orang, Kota Tual sebanyak 2 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 1 orang, dan Kabupaten Kepulauan Aru sebanyak 6 orang. Sedangkan untuk 1 orang PDP di Kota Ambon.

“Untuk kota Ambon yang sebelumnya 4 orang, kini bertambah menjadi 6 orang. Penambahan dua orang itu 1 ODP dan 1 PDP. Untuk 1 PDP ini merupakan orang Maluku yang baru melakukan perjalanan dari daerah terpapar Covid-19, sesampai di Bandara International Pattimura melewati Thermal scanner suhu tubuhnya diatas 38 derajat, makanya dilakukan pemeriksaan dan dibawa ke di RSUD Haulussy untuk observasi,” katanya.

“Saat ini dia masih dalam kondisi demam. Sedangkan 1 ODP di rumah tetapi dalam pengawasan Puskesmas. Jadi kalau perlu ada ambil sampel lagi maka protap sama kaya satu warga bekasi dan dua orang WNA,”katanya lagi.

Menurut Pontoh, walaupun ada penambahan ODP dan PDP tetapi hingga saat ini Maluku masih aman dari Covid-19, dikarenakan belum ada yang ditetapkan positif terpapar virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

“Sementara hasil spesimen warga bekasi yang sudah diturunkan status dari PDP menjadi ODP, yang diuji Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Jakarta, ia mengungkapkan sampai saat ini hasilnya belum diterima. Karena disana itu ada antri ribuan spesimen yang diperiksa, jadi kita masih memunggu hasilnya, begitu juga dengan dua WNA yang sudah diturunkan status dari PDP menjadi ODP, spesimenmya sudah tiba di jakarta untuk uji lab,”ungkapnya.

Diakui Pontoh, saat ini semua Rumah Sakit di 11 kabupaten/kota di Maluku sudah memenuhi standar, karena telah disiapkan ruang isolasi untuk melakukan pemantauan ketila pasien ditetapkan sebagai PDP. Terlepas dari hal tersebut, pihaknya sementara mengupayakan agar Balai Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) bisa melakukan uji spesiman.

“Pak sekda memerintahkan saya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada pemikiran untuk manfaatkan BTKL,”bebernya.

Pontoh menambahkan, BTKL sebagai UPT Kementerian Kesehatan tentu siap jika diberikan tanggungjawab untuk melakukan uji spesimen. Sehingga tidak perlu di bawa ke Lab di Jakarta untuk diuji lagi.

“Yang pastinya untuk tenaga dan fasilitas siap, apalagi BTKL juga sebagai balai pelatihan,”pungkasnya.

Pos terkait