Ini Penyebab Satu ODP Datang Ke Sekretariat Gugus TPP Covid-19 Promal

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh sedang berbicara dengan salah satu ODP (kanan)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh sedang berbicara dengan salah satu ODP (kanan) di Sekretariat Gugus TPP Covid-19 Promal, Senin (23/3)

Ambon, Malukupost.com – Salah satu Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Ambon, Maluku berkeliaran. Ia keluar rumah disaat menjalani isolasi diri sendiri selama 14 hari, sepulang dari salah satu daerah terpapar Corona (Covid-19).

Wartawan yang berada di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TPP) Covid-19 Provinsi Maluku (Promal), Senin (23/3) usai konferensi pers dikagetkan dengan pernyataan salah satu ibu berhijab hitam yang mengaku merupakan ODP serta menyampaikan persoalan yang dihadapinya.

Sontak para wartawan pun kaget, karena merasa terganggu bahkan ada sejumlah wartawan ada yang berlari keluar ruangan, namun ada wartawan yang masih tetap mendengar karena ingin mengetahui apa yang menjadi permasalahan dan mengapa sampai perempuan yang menggunakan masker dan kacamata itu bisa ada bersama awak media.

Menurut ODP tersebut, dirinya sempat diperiksa di salah satu rumah sakit di Kota Ambon karena masalah dalam pernafasan bersama anaknya. Dan hasil dari pemeriksaan sakit ternyata sakit demam berdarah.

Namun dalam pemeriksaan ditetapkan sebagai ODP, selain itu dia merasa oknum perawat yang melayaninya seakan-akan menganggap dirinya sebagai orang yang positif terpapar virus yang berasal dari Wuhan, China sehingga tidak diperlakukan dengan baik.

Dari hal tersebut, sebagai ODP dan merasa pelayanan yang diberikan oknum perawat tersebut buruk, membuat kondisi psikis bahkan keluarganya terganggu. Akhirnya ia keluar dari rumahn-ya untuk mempertanyakan persoalan yang dialaminya ke satuan gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid.

“Sebagai masyarakat saya ingin menyampaikan apa yang saya rasakan saat menjalani pemeriksaan di salah satu RS, saya diperlakukan tidak sepatutnya,”ujar perempuan ini sambil memeganh air botol mineralnya.

Setelah mendengarkan apa yang disampaikannya, Pontoh kemudian menghampiri perempuan itu kemudian menenangkannya, dan pastinya selaku pejabat yang mempunyai kewenangan di bidang kesehatan akan menindaklanjutinya.

Pos terkait