Kualitas Garam Tanimbar Melebihi Standar Nasional Indonesia

Saumlaki, MalukuPost.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yunus Fredek Batlayeri menyatakan kualitas garam di kabupaten kepulauan Tanimbar merupakan kualitas garam terbaik di Indonesia hal itu berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah terdaftar di Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia.

“Sesuai hasil uji laboratorium, produksi garam Tanimbar yang telah kita diproduksi di desa Eliasa kecamatan Selaru merupakan terbaik di Indonesia dengan kandungan garam murni mencapai 98,5 %,” katanya di Saumlaki, Rabu (5/5/2020).

Plt Kadis Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yunus Fredek Batlayeri

Dijelaskan Batlayeri, sesuai data Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Standar Nasional Indonesia (SNI) garam bahan baku untuk industri garam beryodium 2000 adalah 94,7%, sementara hasil analisa kualitas garam produksi desa Elissa di kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah 98,7% dengan SNI garam industri adalah 98,5%.

“Kualitas garam Tanimbar ini melebihi SNI karena selain air laut di wilayah kepulauan Tanimbar terbilang masih bersih dan jernih, garam yang dihasilkan oleh petambak garam juga tidak dicampurkan dengan zat pemutih atau cairan kimia lainnya,” ungkapnya.

Batlayeri menambahkan, proses penjemuran air laut di tambak garam itu dilakukan secara alami yakni membutuhkan waktu 14 hari.

Tantangan dalam pengembangan

Batlayeri katakan, tambak garam di desa Eliasa sudah berproduksi sejak tahun 2018. Selama berproduksi hingga tahun 2019 kemarin, para petani garam ini telah berhasil memasok garam ke desa-desa sekitar dan menembus pasar lokal.

“Garam ini juga sangat membantu para nelayan tangkap di Saumlaki” tandasnya.

Batlayeri menambahkan, meskipun kualitas garam di desa Eliasa kecamatan Selaru, kabupaten Kepulauan Tanimbar ini terbilang tinggi namun produksinya sempat terhenti tahun ini karena fasilitas tambak sudah rusak dan perlu diperbaiki.

“Saat ini, Dinas Perikanan belum memiliki anggaran untuk perbaikan tambak garam di Eliasa. Meskipun demikian, kami akan terus berupaya meminta bantuan dari Kementrian agar bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Pos terkait