Ambon, MalukuPost.com – Ketua Harian Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang mengakui penumpang yang turun melalui Bandar Udara (Bandara) Pattimura terus mengalami penurunan, dalam 10 hari ini hanya hampir 300 penumpang.
“Jadi sudah turun sekali, bukan hanya di Bandar Udara, di pelabuhan juga demikian, yang tadi kapal doloronda penumpang yang turun tidak sampai 50 orang,”ujarnya di Ambon, sabtu (11/5).
Kasrul menandaskan, orang Maluku atau bukan orang Maluku langsung dikarantina, tidak ada yang pulang kerumah. Meskipun tinggal di Ambon misalnya di kebun cengkeh, kudamati, air salobar tidak diperbolehkan pulang rumah.
“Kita sudah bicarakan ini dengan pak Walikota, pemkot sudah menyiapkan itu, dimana semua fasiliras umum, termasuk sekolah dipakai untuk lokasi karantina, selama 14 hari baru bisa pulang,”pungkasnya.
Kasrul menambahkan, menindaklanjuti kesepakatan bersama maka PT Pelni Cabang Ambon sudah mulai memberlakukan pembatasan kapal masuk ke Ambon, termasuk kapal perintis. Bahkan tanggal 19 April ini akan masuk kapal besar, namun hanya difokuskan untuk barang.
“Pelni sudah bergerak lebih cepat, misalnya tiket penumpang dari arah Makassar – Ambon maupun Bau-Bau – Ambon, walaupun kapalnya sudah terlanjur keluar dari Surabaya, tetapi Pelni sudah bersedia untuk cancel. Begitu juga dari Bitung dan Ternate. Pelni sangat mendukung kita melakukan hal ini, mereka hanya meminta waktu untuk bagaiamana kapal dibersihkan, ABK dites dan seterusnya,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Ismail Usemahu, mengakui telah mengumpullkan seluruh operator penyeberangan laut baik itu Ferry maupun speedbot di pelabuha rakyat.
“Kita sudah memberitabu ke petugas perhubungan kabupaten Malteng maupun SBB. Kita juga sudah lakukan pertemuan dengan seluruh operator terkait kebijakan ini, tentu mereka juga akan diberikan bantuan sosial, sebagai masyarakat yang terdampak, kalau tidak maka akan muncul gejala sosial,”tuturnya.
Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat luat terkait kebijakan ini.
“Sekarang ini sudah mulai disosialisasikan, sehingga masyarakat sudah tahu, jika ada yang ingin pulang, sebaiknya pulang dari sekarang, jika lewat dari tanggal itu tidak bisa lagi, Kecuali ada alasankhusus yang bisa diterima oleh petugas yang silahkan,”tandasnya.


