PLN Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik

  • Whatsapp

Ambon, MalukuPost.com – Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) Ramli Malawat membantah isu lonjakan tagihan listrik yang dialami oleh sebagian warga menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) akibat pandemi virus corona (covid-19).

“Adanya peningkatan tagihan rekening listrik bulan April disebabkan karena adanya selisih tagihan rekening di bulan sebelumnya,” ujarnya di Ambon, Kamis (7/5).

Dijelaskan Ramli, hal itu disebabkan PLN tertib melakukan kebijakan protokol physical distancing, yang menyebabkan petugas catat meter tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung. Untuk itu tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik 3 bulan terakhir (Desember, Januari, Februari).

“Pada bulan Maret terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah, hal ini menyebabkan terjadinya selisih antara jumlah penggunaan riil dengan pencatatan (yang didasarkan angka rata-rata selama tiga bulan). Selisih ini kemudian terakumulasi ke dalam rekening bulan april dan ditagihkan pada rekening bulan Mei,”katanya.

“Sekali lagi kami sampaikan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik. Pemakaian listrik masyarakat memang cenderung mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya aktivitas di rumah. Jika terdapat kenaikan tagihan, itu juga bisa diakibatkan adanya selisih seperti yang telah disampaikan di atas,” katanya lagi.

Ramly menambahkan, PLN telah merespons secara cepat pengaduan-pengaduan terkait tagihan listrik yang diterima melalui Contact Center PLN 123, selain itu riwayat pemakaian listrik juga dapat dilihat melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www.pln.co.id.

“Bagi pelanggan yang ingin melakukan pengecekan terhadap catatan pemakaian listrik bisa dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile, website www.pln.co.id, dan Contact Center PLN 123,” pungkasnya.

Pos terkait