Tingkatkan Pelayanannya, ChavvaH Apotek Intens Terapkan Protokol Kesehatan Bagi Konsumen

  • Whatsapp
ChavvaH Apotek (Apotek ChavvaH) yang berlokasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Tual.

Langgur, Malukupost.com – Sarana pelayanan kesehatan bagi warga seperti Toko Obat dan Apotek di dua daerah ini sudah sepantasnya harus diperhatikan.

Selain dalam pelayanan kepada konsumen (pelanggan), yang paling utama dan urgen adalah penerapan protokol kesehatan bagi pemilik apotek dan konsumen itu sendiri.

ChavvaH Apotek (Apotek ChavvaH) yang berlokasi di depan Kantor Pengadilan Negeri Tual, layak untuk dijadikan contoh bagi semua apotik maupun tokoh obat yang beroperasi di Kota Tual maupun kabupaten Maluku Tenggara.

Sejak pandemi Covid-19 dialami masyarakat di dua daerah ini hingga munculnya kasus dua pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tual, pihak ChavvaH Apotek terus meningkatkan sistem pelayanannya dan intens menerapkan protokol kesehatan bagi para konsumennya.

Ilona O. Rahanra, S. Farm. Apt. MPH, (Pemilik ChavvaH Apotek).

Pemilik Chavvah Apotek, Ilona Rahanra mengungkapkan, sejak pandemi melanda hingga munculnya kasus dua pasien terkonfirmasi Covid-19, pihaknya selalu mengutamakan penerapan protokol kesehatan.

“Kami tetap melakukan penerapan protokol kesehatan bagi konsumen, karena itu sangat penting,” ujarnya di Tual, Jumat (26/6/2020).

Untuk diketahui, Ilona Rahanra atau lengkapnya Ilona O. Rahanra, S. Farm. Apt. MPH, adalah Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Maluku Tenggara (Malra).

Ilona menjelaskan, terkait jenis obat yang paling banyak dikonsumsi warga saat pandemi ini adalah obat Paracetamol (obat anti nyeri dan pereda panas).

“Khusus penjualan obat paracetamol yang adalah obat anti nyeri dan pereda panas ini penjualannya di atas rata-rata dari bulan-bulan sebelumnya. Biasanya penjualan sekitar 10-15 dos per bulan, bulan kemarin sudah tembus 24 dos per bulan, diikuti dengan obat-obat batuk dan flu. Itu artinya bahwa masyarakat sudah mengenali sakit ringan yang bisa diobati sendiri tanpa harus ke dokter mengingat situasi sekarang mebuat mereka waswas ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan, salah satu Apoteker handal pada Dinas Kesehatan Malra ini mengungkapkan, pihak apotik selalu awas dan ketat terhadap hal itu.

“Para konsumen yang beli obat disini beberapa dari mereka mungkin hanya flu biasa, tapi mungkin juga ada yang sudah terindikasi Covid-19, makanya kami benar-benar perketat wajib penggunaan masker ketika ke apotek, dan kami tidak akan melayani kalau mereka tidak pakai masker. Bahkan keluarga yang datang tanpa pakai masker tetap kami tidak layani,” tegasnya.

Ilona mengatakan, hal tersebut harus dilakukan, demi kebaikan khususnya kesehatan banyak orang.

“Banyak yang menggap bahwa kami kelihatan egois, sok steril dan sebagainya, namun kami tetap menerapkan itu. Kami menyadari karena apotek ini berdekatan (jadi satu) dengan rumah, dimana ada anak-anak dan orang tua. Selain itu, apotek kan tempat bertemunya orang sakit atau paling tidak orang yang sehat datang membeli obat untuk keluarga mereka yang sakit di rumah,” tandasnya.

Tempat cuci tangan untuk konsumen.

Menurutnya, untuk mengubah perilaku seseorang itu memang susah, namun disaat kondisi adanya kasus Covid-19 di Tual, perilaku yang tidak taat pada protokol kesehatan harus dirubah.

“Kalau mereka tidak mau berubah, maka kita yang harus membuat strategi untuk memperketat keamanan di apotek. Apalagi sudah ada 2 kasus positif di kota Tual, sehingga langkah konkrit yang kami ambil yaitu membuat sekat pada pintu masuk di apotek dan membuat loket kecil supaya bisa tetap melakukan pelayanan di apotek. Loket kecil itu maksudnya adalah uang dan resep dari konsumen diletakkan di kotak yang disiapkan, kemudian saya terima dan semprot pakai cairan disinfektan,” ungkapnya.

Dijelaskan Ilona, protokol yang diterapkan adalah wajib penggunaan masker di kawasan apotek, mencuci tangan bagi pembeli dan penjual (bagi pembeli ada di depan pintu apotek sedangkan bagi penjual di bagian dalam apotek), dan tetap jaga jarak.

“Dalam waktu dekat, kami akan menambah protokol kesehatan yaitu mengukur suhu tubuh,” tukasnya.

Sementara untuk waktu pelayanannya diubah, Awalnya dari jam 08.00- 24.00 WIT berubah menjadi jam 10.00-22.00 WIT. Namun jika ada keadaan darurat, konsumen dapat menghubungi pihak apotek pada nomor layanan yang tertera di depan apotek.

Selain melayani pembelian obat melalui resep dokter, Chavvah Apotek juga melayani jasa pengantaran obat (khususnya obat bebas/tanpa resp dokter, sedangkan untuk resep dokter tetap dilayani di Apotek.

Ilona berharap, semoga ini semua dapat menjadi inspirasi bagi apotek serta toko obat lainnya, dan menjadi kebiasaan bagi semua masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan.

Pos terkait