TP-PKK Kecamatan Diharapkan Berperan Aktif Menghadapi New Normal Dan Stunting

  • Whatsapp

Langgur, Malukupost.com – Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Maluku Tenggara, Ibu Eva Elia Hanubun mengatakan, pelantikan Pengurus TP-PKK tingkat Kecamatan merupakan suatu implementasi dari konsolidasi organisasi TP-PKK, yang merupakan wujud kegiatan dari salah satu progam TP-PKK Kabupaten, dalam rangka memberikan penguatan terhadap kelembagaan organisasi TP-PKK di semua jenjang kepengurusan.

Hal tersebut disampaikan Ibu Eva, dalam sambutannya saat mengikuti acara Pelantikan Pengurus TP-PKK Kecamatan Kei Kecil, Periode 2020-2024 di Langgur, Sabtu (6/6/2020).

Menurutnya, TP-PKK pada semua jenjang dalam lingkup Pemkab Malra, harus bahu-membahu dalam upaya menghadapi penerapan New Normal dan masalah Stunting.

Ibu Eva menjelaskan, saat ini Malra sudah berada pada kondisi New Normal, dimana diketahui bersama, mewabahnya Covid-19 di seluruh Indonesia, membuat setiap daerah mengambil berbagai langkah penanggulangan, tidak terkecuali kabupaten Malra.

“Kita patut bersyukur, alhamdulilah, puji Tuhan, kabupaten Malra bisa mempertahankan green zone (zona hijau), dan terakhir ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, bahwa kabupaten Malra termasuk dalam 102 pemda kabupaten/kota yang diizinkan menerapkan New Normal di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

“Saya mengingatkan kita semua kader PKK, meskipun berada dalam kondisi New Normal, namun kita wajib untuk mematuhi protokoler kesehatan, yakni wajib memakai masker saat berada diluar rumah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, hindari kerumunan, jaga jarak dan lain-lain,” tambahnya.

Menghadapi kondisi New Normal dan pandemi Covid-19 tersebut, TP-PKK pada semua jenjang diharapkan dapat memanfaatkan pekarangan untuk dapur hidup, apotik hidup, beternak ayam dan sebagainya, guna memenuhi konsumsi keluarga.

“Hal ini yang akan menjadi pekerjaan rumah dari TP-PKK untuk tetap memberikan pendampingan, agar semua keluarga di Malra dapat bertahan hidup di tengah-tengah pandemi ini,” tandasnya.

Ibu Eva mengungkapkan, sebelum mewabahnya pandemi Covid-19, kabupaten Malra juga telah diperhadapkan dengan masalah Stunting, yang mana di beberapa ohoi (desa) maupun kecamatan angka stunting yang cukup tinggi.

TP-PKK kabupaten Malra bersama instansi terkait telah memantau dan mengidentifikasi stunting di beberapa ohoi, antara lain ohoi Dian Darat (kecamatan Hoat Sorbay), ohoi Mastur Lama (kecamatan Kei Kecil Timur), ohoi Uat, Ngan dan Langgiar (kecamatan Kei Besar Selatan Barat).

Selain itu, masalah yang sama juga dialami di beberapa ohoi pada kecamatan Kei Besar Utara Timur dan kecamatan Kei Besar Utara Barat yang belum sempat dijangkau karena pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan, dalam beberapa waktu kedepan kita bisa menjangkau ohoi-ohoi tersebut,” imbuhnya.

Ibu Eva berharap, agar seluruh TP-PKK Kecamatan dan Ohoi, dapat bekerjama dengan pihak puskesmas setempat untuk menuntaskan masalah stunting tersebut.

Diketahui sebelumnya bahwa, sampai dengan periode Februari 2020, angka stunting di Malra turun hingga mencapai 24,05 % dari sasaran yang dipantau sebesar 80,61 %. Dengan demikian, maka tersisa 19,39 % yang belum dipantau.

Hal tersebut akan menjadi tanggungjawab kader PKK, teristimewa kader-kader yang berada di ohoi, untuk menjemput semua Balita agar datang di posyandu untuk pemeriksaan.

Pada kesempatan itupua, Ibu Eva meminta bantuan dari para camat, agar ikut mengawal dan mengarahkan kinerja TP-PKK kecamatan, dalam pelaksanaan program-program yang telah ditetapkan.

“Saya yakin sungguh, dengan perhatian dan bantuan dari bapak/ibu Camat, TP-PKK kecamatan akan semakin mudah memainkan perannya sebagai motivator, fasilitator dan dinamisator, dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK,” pungkasnya.

Pos terkait