Warga Desa Tayando Kota Tual, Terdampar Di Pantai Kei Besar

  • Whatsapp
Korban (lingkaran merah) saat diinterogasi oleh petugas dari Polsek Kei Besar, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.

Langgur, Malukupost.com – Peristiwa terdamparnya salah seorang warga di pesisir pantai ohoi (desa) Ohoiel, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, menghebohkan warga setempat.

Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh salah seorang warga setempat yakni Buce Rahareng (saksi), yang pada saat itu berada di kebun.

Ketika melihat ada orang terombang-ambing di laut dengan menggunakan gabus, saksi langsung memberitahukan warga untuk menolong dan mengevakuasi korban ke darat dan diamankan di rumah pejabat kepala ohoi setempat.

Mendengar adanya peristiwa tersebut, dan setelah korban diamankan di rumahnya, pejabat kepala ohoi setempat , Titus Betaubun, bergerak cepat untuk melaporkannya kepada Polsek setempat.

Usai mendengar dan menerima laporan tersebut, Waka Polsek Kei Besar, IPDA Abd. Rahman bersama dengan 3 (tiga) orang anggotanya menuju ohoi Ohoiel untuk berkoordinasi dengan pejabat kepala ohoi setempat dan melakukan menginterogasi korban.

Siaran pers Humas Polres Malra yang diterima media ini di Langgur, Selasa (23/6) menyebutkan, pada hari Senin (22/6/2020), sekitar pukul 17.00 WIT, telah ditemukan seorang yang terdampar dengan menggunakan gabus berukuran panjang sekitar 2 (dua) meter dan lebar 1 (satu) meter, di laut depan Ohoi Ohoiel, kecamatan Kei Besar.

Korban atas nama Saleh Rahareng (lingkaran merah) bersama saksi Buce Rahareng, yang pertama melihat korban terdampar.

Korban yang belakangan diketahui adalah seorang nelayan musiman tersebut yakni Saleh Rahareng (35), berdomisili di desa Tayando Ohoiel, kecamatan Tayando, Kota Tual.

Ketika diinterogasi oleh anggota Polsek setempat, korban menceritakan kronologis kejadian yang menimpa dirinya.

Sekitar dua minggu lalu, korban diajak oleh seseorang yang tidak tahu namanya untuk melaut (mencari telur ikan).

Korban bersama 3 (tiga) orang rekannya, mereka kemudian berangkat dari Dobo (Kab Kepulauan Aru) untuk mencari telur ikan di perairan kei besar. Di tengah pencarian tersebut, korban memperoleh informasi (kabar) bahwa orang tuanya sedang sakit.

Selanjutnya, korban melaporkan kabar tersebut kepada kapten (juragan motor laut), sekaligus meminta untuk menepi ke darat agar korban bisa menjenguk orang tuanya.

Permintaan korban tersebut tidak diizinkan oleh kapten (juragan motor) karena surat surat izin kapal motor tersebut tidak lengkap.

Korban mengungkapkan, permintaan tersebut disampaikan kepada kapten (juragan motor) seanyak dua kali.

Pada penyampaiannya yang kedua, korban meminta kepada kapten (juragan motor) untuk menepi ke darat, tujuannya agar korban dapat menggunakan gabus yang berukuran panjang sekitar 2 (dua) meter dan lebar 1 (satu) meter untuk menuju daratan.

Demi cintanya kepada orang tua yang sementara sakit, akhirnya, sekitar pukul 10.00 WIT, korban memberanikan diri melompat ke laut menggunakan gabus yang telah dipasang layar serta sebuah dayung untuk digunakan korban menuju ke darat.

Dengan kondisi tersebut, korban pun terombang-ambing di tengah laut, dan akhirnya ditemukan terdampar oleh salah seorang warga (petani) di pesisir pantai ohoi Ohoiel, kecamatan Kei Besar.

Saat ditemukan terdampar oleh warga, korban dalam keadaan selamat, dan dievakuasi ke rumah pejabat kepala ohoi setempat.

Untuk diketahui, korban juga telah diperiksa oleh tim medis untuk memastikan kesehatannya dengan memeriksa kondisi/suhu tubuh korban. Saat ini, korban sementara diamankan di Mapolsek Kei Besar.

Gabus berukuran panjang 2 meter dan lebar 1 meter, serta barang bawaan milik korban yang diamankan.

Sementara itu, barang-barang milik korban yang berhasil diamankan yakni tas ransel yang berisikan uang sebanyak Rp. 390.000 (dengan pecahan uang 100 ribu 3 lembar, 50 ribu 1 lembar, 10 ribu 2 lembar, dan 5 ribu 4 lembar), baju 8 lembar, celana 3 lembar, sepatu (merk vans) 1 pasang, kain sarung 1 lembar, 1 buah senter kepala, 1 botol kecil parfum, cas hp merk samsung 1 buah, korek gas 1 buah, sikat gigi 1 buah, rokok merk Gudang Djati sebanyak 3 bungkus (korban sudah konsumsi 1 bungkus), mie goreng sedap 5 bungkus (korban sudah konsumsi 3 bungkus), dan shampo lifeboy warna biru 6 bungkus.

Pos terkait