“AMPUN-E” Komunitas Pertama Yang Perhatian Terhadap Pembangunan di Malra

  • Whatsapp
Pengurus Komunitas AMPUN-E berfoto bersama di Balai Desa Depur, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara

Elat, Malukupost.com – Komunitas Angkatan Pemuda Membangun Evav (AMPUN-E) merupakan komunitas yang tampil sebagai entitas civil society yang akan menjadi penyeimbang dengan perananan kontrol terhadap agenda-agenda pembangunan di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

AMPUN-E dideklarasikan di Desa Depur, kecamatan Kei besar Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (3/8).

“Komunitas yang kita bentuk akan lebih terarah serta mencegah terjadinya praktik perburuan renten yang bermuara pada korupsi,” Ujar Koordinator AMPUN-E, Syamsul Bahri Odar di Desa Depur Kecamatan Kei Besar, selasa (4/8.

Odar katakan, dalam konteks Maluku Tenggara dewasa ini, Pemerintah Pusat dan daerah sepertinya mulai mengupayakan politik redistribusi sumber daya negara dengan jalan menggenjot agenda pembangunan.

“Di tahun 2020 misalnya, terdapat tiga mega proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malra antaranya adalah jalan Trans Kei Besar, perluasan Bandara udara dan perluasan pelabuhan laut,” tandasnya.

Menurut Odar, Selain itu, potensi daerah di sektor pertanian dan kelautan juga mulai mendapat perhatian pemerintah. Dengan lain kata, agenda besar nan penting ini sebagai bagian integral dari politik redistribusi patut diawasi dan dikawal.

“Berpijak dari pandangan dan kondisi itulah, komunitas AMPUN-E lantas diorbitkan ke hadapan masyarakat, utamanya masyarakat Kabupaten Malra sebagai wujud komitmen kepedulian generasi Evav akan masa depan daerah yang lebih baik,“ bebernya.

Odar menandaskan, selama satu dekade terakhir, Pemerintah Pusat dan daerah tengah menggalakkan pembangunan sebagai upaya untuk menghadirkan keadilan kesejahteraan sosial ekonomi.

“Agenda penting ini sudah barang tentu memerlukan kehadiran entitas ketiga, civilsociety, sebagai penyeimbang yang dapat memainkan peranan kontrol,” katanya.

Dijelaskan Odar, terdapat tiga isu penting yang akan menjadi concern dari komunitas AMPUN-E. Pertama, isu pembangunan dimana AMPUN-E akan terlibat, mengawasi jalannya agenda-agenda pembangunan di Kabupaten Malra. Kedua, pemberdayaan masyarakat, komunitas AMPUN-E akan melakukan agenda politik kerakyatan. Ketiga, literasi, dimana AMPUN-E membumikan semangat literasi generasi muda Malra dalam rangka menggali potensi diri untuk mendatangkan manfaat.

“Ketiga isu tersebut dilakukan dengan memposisikan AMPUN-E sebagai Oposisi Loyal Pemerintah Daerah, dalam pengertian ini, oposisi hendak ditujukan pada pemerintah beserta penyelenggara negara terkait, dan loyal pada nilai-nilai atau cita-cita bersama. Dengan demikian oposisi loyal dari komunitas AMPUN-E tidak hanya sekadar untuk melawan (tooppose), tetapi juga untuk mendukung (toSupport),” pungkasnya.

Pos terkait