Diduga Menghalangi Tugas Wartawan, Oknum Pegawai Kejari Tual Dipolisikan

  • Whatsapp
Wartawan Tribun-Maluku.com, Abdullah Tusiek, saat penyampaian Laporan di Polres Maluku Tenggara, Kamis (6/7/2020).

Langgur, Malukupost.com – Salah satu oknum pegawai pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual harus berurusan dengan kepolisian (dalam hal ini Polres Maluku Tenggara), karena diduga telah menghalangi pekerjaan wartawan.

Peristiwa tersebut bermula ketika dua orang wartawan yakni Abdullah Tusiek (Tribun-Maluku.com) dan Nerius Rahabav (Tualnews.com) yang hendak mengkonfirmasi penangnana sejumlah kasus korupsi oleh Kejari Tual.

“Oknum pegawai yang bersangkutan sudah kami laporkan dengan nomor : LP/184/VIII/2020/Maluku/Res Malra tertanggal 6 Agustus 2020. Saya sebagai pelapor dan Nery Rahabav sebagai saksi,” kata Dullah Tusiek, Jumat (7/8/2020).

Tusiek menjelaskan, kronologis kejadian tersebut terjadi saat dirinya bersama rekannya Nery Rahabav menghubungi Kasi Pidsus, Crishman Sahetapy, SH untuk bertemu mengkonfirmasi sejumlah kasus dugaan korupsi dana desa yang ditangani pihak Kejari Tual.

Atas kesepakatan waktu yang ditentukan, dirinya bersama Neri Rahabav (yang juga Pimpred Tualnews.com), langsung mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Tual.

Setelah tiba di kantor tersebut, keduanya langung melaporkan maksud dan tujuan kedatangan kepada petugas piket setempat dimana saat itu Kasi Intel Kejari juga ada, dan sudah memberikan izin kepada kedua wartawan tersebut.

“Kami sudah melaporkan di piket, dan yang ada di meja piket saat itu yakni Kasi Intel, dan beliau sudah memberikan izin kepada kami untuk masuk,” tandasnya.

Namun, disaat keduanya hendak menuju ke ruangan Kasi Pidsus, oknum security (satpam) setempat sambil berlari dari arah luar kantor memanggil wartawan Dullah Tusiek.

“Jangan lagi ketemu karena kemarin hari Senin itu (Senin, Red) sudah ketemu,” katanya meniru ucapan oknum security.

Menurut Tusiek, oknum Satpam tersebut tidak mengerti dan paham kerja jurnalistik, sehigga terkesan melarang wartawan untuk bertemu Kasi Pidsus Kejari Tual.

“Kami wartawan ini kerja dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, olehnya itu saya ingatkan siapapun juga yang menghalang-halangi tugas wartawan, dapat dipenjara dua tahun atau denda Rp 500 juta,” pungkasnya.

Pos terkait