Kadispar Kota Tual: “Kami pilih Ngurbloat sebagai tempat yang baik untuk belajar”

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual, Enggelina Heatubun. Ngilngof, Rabu (16/9/2020).

Langgur, MalukuPost.com – Dinas Pariwisata Kota Tual menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata se-Kota Tual.

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 Pelaku Pariwisata se-Kota Tual tersebut dipusatkan di lokasi Destinasi Wisata Ngurbloat, ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (16/9/2020).

Hadir pula dalam kegiatan tersebut yakni Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Ngrubloat, Ronald Tethool, sekaligus sebagai pembawa materi.

Kepada media ini di sela-sela kegiatan, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Tual, Enggelina Heatubun menyatakan alasan pihaknya memilih Ngurbloat sebagai pusat pelatihan

“Kenapa kami pilih disini ? karena Ngurbloat ini telah menjadi best practice (tempat yang bagus) untuk peserta ini belajar tentang Penatakelolaan Manajemen Pariwisata,” ujarnya.

Heatubun menambahkan, selain sebagai destinasi wisata yang paling tua di kepulauan Kei, pengelola Ngurbloat (pasir panjang) dalam menata manajemennya sudah profesional, karena mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat ohoi (desa) setempat.

Selain teori,peserta pelatihan juga mengikuti praktek lapangan yakni melihat langsung kondisi dan tempat-tempat usaha warga di lokasi destinasi Ngurbloat.

“Tujuan dari pengembangan pariwisata di Kota Tual sesuai visi-misi itu salah satunya adalah ekonomi kerakyatan, sehingga pariwisata diharapkan mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat. Nah, pengelolaan destinasi wisata Ngurbloat yang profesional, ini sudah bisa kita jadikan contoh karena sudah bisa menciptakan lapangan kerja. Para pekerja (karyawan) yang ada dalam Badan Pengelola Wisata Ngurbloat ini berjumlah hampir 30 dan digaji dari pengelolaan destinasi ini. Saya merasa tempat ini pantas untuk pelatihan ini, sehingga saya mengajak seluruh peserta datang belajar disini,” katanya.

Menurutnya, sesuai penjelasan Ketua Badan Pengelola Ngurbloat ini bahwa tidak semua yang ada di destinasi ini dibangun oleh pemerintah. Hampir 95 % adalah swadaya masyarakat, dan ohoi (desa) memberikan bantuan kepada warga untuk membangun.

“Yang ada disini (Ngurbloat) seperti kios, cottage dan lain-lain itu semua masyarakat yang bangun. Mereka selalu kelola dengan baik sehingga pengunjungnya makin banyak. Mudah-mudahan apa yang tadi dipaparkan oleh Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat, menjadi sumber pengetahuan bagi seluruh peserta, kemudian mereka bisa mengadopsi hal-hal yang baik dan bisa mengadaptasikan apa yang baik ke setiap destinasi wisata yang ada di wilayah Kota Tual,” tukasnya.

Heatubun mengungkapkan, saat ini yang diperlukan oleh Dinas Pariwisata terkait keteraturan dalam mengembangkan pariwisata adalah sebuah master plan, sehingga pembangunan pariwisata sesuai zonasi yang telah dibuat dalam site plan untuk destinasi berjalan dengan baik.

“Peserta yang hadir ini ada yang mewakili desa, Bumdes dan juga pengelola di wilayah Kota Tual. Ilmu yang didapatkan dalam pelatihan (teori dan praktek) di Ngurbloat ini diharapkan mereka menerapkannya di setiap destinasi pada wilayahnya. Kami juga mengharapkan pemerintah desa, Bumdes dan kekuatan masyarakat Kota Tual untuk membangun sebuah destinasi wisata,” tandasnya.

Untuk diketahui, setelah kegiatan pelatihan (teori dan praktek) di Ngurbloat, selanjutnya para peserta akan mempresentasikan keunggulan-keunggulan dan nilai-nilai keunikan apa saja yang ditemui selama pelatihan, serta apa rencana mereka kedepan setelah kembal ke tempat (wilayah) mereka.

“Terkait pengembangan SDM dalam penatakelolaan pariwisata di Kota Tual, kami akan tetap pacu dan jaga. Artinya, tidak hanya sampai di kegiatan ini saja, kedepan nanti kami akan terus melakukan pengawasan, pembinaan dan pendampingan untuk pengembangan destinasi wisata di seluruh wilayah Kota Tual,” pungkasnya.

Pos terkait