Ngurbloat Sebagai Tempat Studi Banding, Tethool: “Ini merupakan satu kebanggaan bagi kami”

Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Pantai Ngurbloat Ohoi Negilngof, Ronald Tethool, S.AP., memberikan materi dalam kegiatan kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata se-Kota Tual yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Tual, Rabu (16/9/2020).

Langgur, MalukuPost.com – Ketua Badan Pengelola Destinasi Wisata Pantai Ngurbloat (Pasir Panjang), Ronald Tethool, menyampaikan terima kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Tual dan jajarannya karena telah mempercayakan Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat menjadi tempat studi banding (tempat percontohan).

“Hal ini merupakan satu kebanggaan bagi kami pengelola destinasi,” ujarnya di Ngilngof, Kamis (17/9/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata tersebut yakni kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata se-Kota Tual, yang dipusatkan di lokasi wisata Ngorbloat (Rabu, 16/9).

Tethool menjelaskan, dalam kegiatan tersebut dirinya dipercayakan untuk menyampaikan materi tentang best practice destinasi wisata (pengelolaan kawasan wisata Ngurbloat) yang dimulai dari fasilitas, saran-prasarana hingga atraksi daya tarik yang ada di Ngurbloat.

Selain teori, Tethoool juga mendampingi par peserta saat on the spot (turun lapangan) untuk mengunjungi dan melihat secara langsung tentang penataan gazebo, kios-kios wisata yang menjadi tempat usaha ibu-ibu, cottage, manajemen parkiran di pintu masuk lokasi wisata, tourism information centre, resto serta cafe yang ada di lokasi tersebut.

“Pesan yang saya sampaikan kepada teman-teman pengelola destinasi wisata se-Kota Tual bahwa, Ngurbloat ini 90 % semua fasilitas yang ada ini murni swadaya masyarakat dan 10 % adalah bantuan pemerintah,” tandasnya.

Menurutnya, jika hari ini pemerintah memberikan bantuan dan dukungan kepada pengelola, karena pihaknya sudah bekerja (berbuat) sesuatu di lokasi ini. Selain itu, selaku pengelola destinasi wisata, pihaknya sinkron (sinergi) dengan pemerintah ohoi (desa) Ngilngof.

“Kita sendiri memang ada dalam sistem itu. Kita (pengelola) ini merupakan kesatuan dari Badan Usaha Milik Ohoi (BUMO). Jadi, pengelola wisata Ngurbloat ini masuk dalam satu unit usaha dari BUMO Ngilngof, sehingga semua tersistem,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga telah menyampaikan kepada para peserta tentang strutur organisasi Badan Pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat beserta tupoksi masing-masing khususnya bagian devisi-devisi yang terdiri dari devisi pendapatan, keamanan, iklan dan promosi serta lingkungan hidup.

“Tinggal saja bagaimana teman-teman pengelola destinasi wisata yang ada di Kota Tual mengadopsi mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka, kami persilahkan. Jika yang tidak sesuai maka nanti mereka bisa adaptasi (sesuaikan) dengan kondisi mereka disana saja,” tuturnya.

Tethool mengatakan, jika Ngurbloat bisa ada dalam kondisi seperti ini, karena keberadaan destinasi wisata ini sudah dikenal cukup lama, sehingga tentu memiliki banyak pengalaman dan kematangan dalam usaha pariwisata.

“Ingat bahwa usaha pariwisata itu maju-mundur, tinggal bagaimana orang memiliki mental untuk tetap bersabar dalam pengembangan usaha wisata. Ngurbloat ini sudah waktunya untuk naik kelas, artinya bukan lagi tempat wisata yang biasa tapi standar. Standar yang kami buat ini bukan semata-mata untuk Ngilngof, ini menyangkut wajah pariwisata Malra, Kota Tual, serta wajah pariwisata Kepulauan Kei untuk wajah Kei,” tandasnya.

Perencanaan yang dibuat oleh pihak Pengelola Destinasi Ngurbloat telah disusun dalam master plane. Didalam master plane tersebut, pihak pengelola memiliki target dalam merubah wajah Ngurbloat dalam lima tahun ke depan.

“Master plane itu juga saya sampaikan dalam bentuk video visual kepada peserta tentang wajag Ngurbloat untuk lima tahun kedepan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam video visual tersebut, dipaparkan mulai dari pintu gerbang (depan) yang dibangun dari dana desa dan juga dari pendapatan.

Selain itu, penjelasan tentang sistem informasi pelayanan destinasi wisata pantai Ngurbloat berbasis Website (web) yang beberapa hari lalu baru dilaunching oleh Bupati Malra juga disampaikan kepada para pererta.

Diungkapkan Tethool, sistem informasi pelayanan berbasis website tersebut bertujuan agar para pengunjung yang datang ke Ngurbloat dapat mengetahui tentang semua sarana-prasarana serta fasilitas yang ada disini, lengkap dengan harganya (cost).

“Teman-teman pengelola wisata se-Kota Tual yang ikut kegiatan tersebut sangat mengapresiasi itu karena mereka baru tahu bahwa manajemen pengelolaan destinasi wisata Ngurbloat sudah sampai ke tingkat ini (berbasis website),” bebernya.

Tethool menegaskan, Website Ngurbloat sendiri telah mencakup (diakses) luar negeri bahkan sudah dapat ditranslate (terjemahan) ke beberapa bahasa.

“Contohnya kemarin saudara-saudara kita yang ada di Belanda kemarin mereka langsung coba buka web-nya dan tinggal memilih paket translate ke bahasa Belanda atau Inggris,” pungkasnya.

Pos terkait